, (Ronggo.id) – Jembatan Glendeng di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang sempat ditutup karena mengalami kerusakan kontruksi akhirnya tuntas diperbaiki dan kini bisa kembali di lintasi kendaraan.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan itu dibuka langsung oleh Forum Lalu Lintas Kabupaten Tuban – Bojonegoro, Kamis (1/4/2024).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Tuban, Agung Supriyadi mengungkapkan, jembatan yang dibangun sejak awal 2023 dengan menelan anggaran Rp 20,8 miliar itu menggunakam struktur pondasi Bored Pile dengan kedalaman 40 meter.

“Kami memperkirakan struktur jembatan mampu bertahan selama 50 tahun,” ungkapnya.

Agung menyebut, sesuai klas jalannya yaitu klas III, maka jembatan yang menghubungkan dua kabupaten ini boleh di lewati kendaraan dengan dimensi ketinggian maksimal dan beban tonase maksimal 8 ton.

“Kebijakan ini sesuai dengan keputusan Forum Lalu Lintas Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Karena ini klas jalannya Kabupaten, maka maksimal tonasenya 8 ton,” ucapnya.

Sementara itu, Team Leader Konsultan Pengawas, Nanang Edy Sularno membeberkan, pembangunan Jembatan Glendeng sesuai spesifikasi teknik standar umum jembatan.

“Kami mengunakan beton fc 30 pada struktur bawah dan struktur atas,” bebernya.

Ditegaskan dia, bahwa Jembatan Glendeng ini dibangun menggunakan struktur portal yang jarang diterapkan di jembatan – jembatan lain, mengingat dibawah jembatan masih ada patahan tiang pancang sehingga tidak memungkinkan udibangun struktur baru dibawah jembatan.

“Karna dibawah jembatan masih tertancap patahan pancang yang lama, maka kami mengunakan struktur portal, struktur ini baru pertama kali digunakan di Kabupaten Tuban,” tegasnya. (Ags/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS