Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Glendeng yang Telan APBD Tuban 5 Miliar Diportal Lagi

Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Glendeng yang Telan APBD Tuban 5 Miliar Diportal Lagi
Terlihat dua truk sedang berhenti didepan portal yang dipasang pihak PUPR dan PRKP Tuban karena tidak bisa melintasi jalur (Foto: Ibnul)

TUBAN – Guna mengantisipasi kerusakan lebih parah, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tuban memasang portal pembatas ketinggian kendaraan di sekitar Jembatan Glendeng, di Desa Simo, Kecamatan Soko, hal itu dilakukan untuk menghalangi kendaraan melebihi tonase agar tak melintas, Sabtu (12/3/2022).

Portal setinggi 2,10 meter yang berada di sisi utara jembatan terpaksa dipasang karena hingga saat ini kondisi kerusakan yang ada di jembatan bagian bawah tak kunjung dibenahi oleh kontraktor yang mengerjakan proyek yang menelan APBD Tuban lebih dari 5 miliar itu.

Diberitakan sebelumnya, belum genap satu bulan diperbaiki pasca terjadi kerusakan pada sisi tembok penahan hingga ambles pada awal November 2020 lalu. Jembatan kembali retak dan rusak pada pembatas jembatan penahan longsor ditepi bantaran Sungai Bengawan Solo.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR dan PRKP Tuban, Agung Supriyadi menyebutkan bahwa, kerusakan pada kontruksi jembatan masih menjadi tanggungjawab pihak kontraktor. Sebab, pekerjaan itu masih dalam masa pemeliharaan.

“Bangunan yang bagian bawah mengalami keretakan wajib diperbaiki oleh rekanan, karena masih dalam masa pemeliharaan sampai bulan Juli 2022,” tegas Agung kepada Ronggo.id.

Meski telah dipasang portal pembatas ketinggian disertai papan himbauan, namun masih saja ditemui beberapa jenis kendaraan besar yang nekat menerobos jalur tersebut, baik dari arah Tuban ke Bojonegoro, maupun dari arah sebaliknya.

Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Glendeng yang Telan APBD Tuban 5 Miliar Diportal Lagi
Sebuah truk berwarna kuning dari Bojonegoro ini terpaksa putar arah, karena disisi utara Jembatan Glendeng dipasang portal, (Foto: Ibnul).

Bahkan beberapa kendaraan dari arah Bojonegoro yang telah terlanjur melintas dibadan jembatan terpaksa harus putar arah dengan sedikit menggerutu karena kecewa.

Seperti yang dialami oleh Tarmu (43), truk double yang dikemudikannya dari Purwodadi, Jawa Tengah ini terpaksa putar arah untuk sampai ke Kecamatan Rengel. Sebab, ia tidak mengetahui jika jembatan yang biasa dilaluinya dipasang portal.

Hal ini dikarenakan, pemasangan portal hanya dipasang disatu sisi, yakni di sebelah utara jembatan. Sementara di bagian utara, atau di wilayah Bojonegoro tidak ada portal.

“Seharusnya, portal juga dipasang disini selatan jembatan, biar tidak kecelik, kalau kayak gini tambah biaya lagi, karena harus putar balik dan cari jalan yang lebih jauh,” ujar Tarmu menggerutu.

Sebagai informasi, pemasangan portal kali ini, bukan yang pertama. Demi menahan lajunya kendaraan, khususnya kendaraan bermuatan berat, Dinas PUPR dan PRKP Tuban sempat memasang 2 beton tepat ditengah jalan.

Sebatas diketahui, Jembatan Glendeng penghubung Tuban-Bojonegoro ini mengalami kerusakan pada sisi tembok penahan hingga ambles pada awal November 2020 lalu akibat abrasi Sungai Bengawan Solo dan ditutup sementara oleh petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban. 

Berselang satu tahun dilakukan perbaikan oleh CV Dewi Ratih, kontraktor asal Bojonegoro dengan menelan APBD Kabupaten Tuban senilai Rp 3,81 miliar untuk tahap pertama dan Rp 1,37 miliar pada tahap kedua, jembatan yang merupakan jantung perekonomian masyarakat sekitar perbatasan ini kembali mengalami keretakan dan terpaksa ditutup kembali untuk kendaraan berat dan truk angkutan. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS

Pos terkait