, () – Bertahun-tahun masyarakat di wilayah perbatasan Tuban – harus menelan kekecewaan atas proyek perbaikan yang ada di Desa Simo, , yang tak kunjung usai. Namun akhir-akhir ini, warga yang memanfaatkan akses tersebut sedikit bisa bernafas lega lantaran Jembatan Glendeng bakal kembali dibuka oleh pemerintah setempat.

Sebagai wujud syukur atas dibukanya kembali Jembatan Glendeng usai terputus akibat tembok penahan jembatan ambles lantaran tergerus abrasi Sungai Bengawan Solo pada November 2020 lalu, masyarakat di wilayah Kecamatan Soko akan menggelar tumpengan dan doa bersama.

Mahfud, waga Desa Simo mengatakan, jika masyarakat telah menanti selama bertahun-tahun untuk bisa kembali menikmati akses Jembatan Glendeng tersebut. Sebab, mayoritas warga di wilayah Tuban selatan memiliki pekerjaan di .

“Akan dibukanya kembali Jembatan Glendeng merupakan sesuatu hal yang kami harapkan. Karena masyarakat sekitar umumnya memiliki usaha dan bekerja di wilayah Bojonegoro,” ujar Mahfud dikutip dari blokBojonegoro.com, Rabu (31/1/2024).

Antusiasme masyarakat dalam mewujudkan rasa syukurnya atas akan dibukanya kembali akses jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo tersebut ialah dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama yang akan diselenggarakan pada Rabu (31/1) malam.

“Dari masyarakat, Pemdes Simo, Remas dan banyak pelaku usaha di sekitar Jembatan Glendeng besok malam akan menggelar tasyakuran. Semua bisa ikut, karena untuk umum,” ujar pemuda yang juga sebagai Remaja Masjid desa setempat.

Dengan diadakannya tasyakuran menjelang akses Jembatan Glendeng dibuka untuk umum seutuhnya, tokoh pemuda Desa Simo yang bergelut dalam remaja masjid itu berharap agar nantinya ekonomi masyarakat setempat bisa stabil.

“Banyak pelaku usaha yang ada di sekitar jembatan itu. Jika akses Jembatan Glendeng kembali normal, maka ekonomi warga juga bisa stabil, karena lebih cepat perjalanan menuju Bojonegoro,” pungkasnya.

Sebatas diinformasikan, bahwa melalui Dinas PUPR dan PRKP telah dua kali mengalokasikan anggaran APBD Kabupaten Tuban guna perbaikan dan peremajaan Jembatan Glendeng, masing-masing senilai Rp3,8 miliar dan Rp1,3 miliar.

Tak berselang lama, akses tercepat bagi masyarakat wilayah perbatasan Tuban – Bojonegoro kembali di portal setinggi 2,10 meter lantaran mengalami kerusakan di bagian bawah jembatan. Alhasil, warga sekitar terpaksa memutar arah dengan mencari jalur alternatif menuju Kota Ledre dan sebaliknya melalui Jembatan Kaliketek di Kecamatan Trucuk.

Selanjutnya, Pemkab Tuban kembali menggelontorkan sekitar Rp19,3 miliar untuk melakukan pembangunan secara total infrastruktur yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo tersebut pada Juli 2023 lalu. (Ags/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS