TUBAN – Seorang pengemis tanpa identitas ditemukan meninggal di serambi Masjid Agung Tuban, Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Polisi menduga penyebab kematian pria ditaksir berumur 45 tahun itu karena sakit.

Ciri-ciri lelaki malang itu, berpawakan gemuk, dengan mengenakan kaos lengan panjang warna biru, dan celana jeans warna hitam. Saat ini jasad berada di RSUD dr R Koesma Tuban.

Tewasnya peminta-minta itu, sontak menghebohkan para jemaah yang hendak menunaikan ibadah sholat magrib.

Kanit Reskrim Polsek Tuban (kota), IPDA Abdul Latif Reksonegoro, mengatakan, jasad korban diketahui pertama kali oleh salah satu jamaah. Posisinya tergeletak di bawah tangga serambi masjid.

“Dikira korban ini sedang tidur, namun saat coba dibangunkan tidak juga bergerak,” ungkap Latif.

Hasil olah TKP polisi, serta pemeriksaan tim kesehatan, tidak didapati tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal karena sakit yang diderita. Hal itu diperkuat adanya obat puyer sakit kepala di saku bajunya.

“Berdasarkan informasi dari temannya, kemarin korban ini sempat mengeluh sakit dada,” kata Mantan Kanit Tipidter Polres Bojonegoro ini.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penelusuran terkait ciri-ciri korban, petugas mendapati identitas pria yang kesehariannya meminta-minta di kawasan komplek Sunan Bonang, dan Pantai Boom Tuban itu ialah Nunuk Andi Purnomo (41), warga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding.

“Awalnya kami tidak menemukan identitas apapun di baju korban, hanya dompet dan kartu ATM. Namun setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui merupakan warga Kecamatan Semanding,” pungkasnya. (Ibn/Tgb).