TUBAN — Paguyuban Pedagang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Singgahan, Kabupaten Tuban, menggelar kegiatan gotong royong membersihkan area publik di sepanjang jalan raya Singgahan–Bojonegoro, Sabtu (5/10/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian para pedagang terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan yang setiap hari menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Ketua Paguyuban RTH Singgahan, Muji Mahardika, mengatakan kegiatan bersih-bersih dilakukan secara rutin, namun kali ini dilakukan secara lebih luas karena akan ada kegiatan di area tersebut.
“Alhamdulillah, gotong royong ini kami lakukan agar RTH tetap rapi dan bersih. Kami juga siapkan anggota khusus untuk menjaga kebersihan area setiap hari,” ujarnya.
Muji menjelaskan, pengurus paguyuban telah menunjuk satu anggota pedagang yang diberi tanggung jawab khusus untuk merapikan rumput dan mengelola sampah pengunjung. Petugas ini mendapatkan insentif dari iuran bersama para pedagang.
“Kami sepakat menjaga kondusifitas dan kebersihan bersama. Jadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kami sebagai pengguna area RTH,” tambahnya.
Ia berharap semangat gotong royong ini dapat menjadi contoh sinergi positif antara pedagang, pengunjung, dan masyarakat sekitar dalam menjaga ruang publik tetap bersih dan nyaman.
“Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, RTH bisa terus berfungsi baik sebagai tempat rekreasi dan ruang sosial yang sehat bagi semua,” tutupnya.
Salah satu pengunjung, Rudiansyah, mengaku senang melihat kebersihan dan kenyamanan di area RTH Singgahan. Menurutnya, suasana yang asri membuat warga betah untuk beristirahat atau membawa keluarga.
“Tempatnya bersih dan nyaman, terima kasih untuk para pedagang yang peduli kebersihan,” ujarnya.
Namun, sejumlah pengunjung juga menyampaikan masukan agar fasilitas publik di RTH ditingkatkan. Siti Khoiriyah, salah satu warga, berharap adanya tempat ibadah seperti mushala agar pengunjung dan pedagang dapat beribadah dengan nyaman.
“Saat ini kami masih menggelar sajadah di area terbuka. Akan lebih baik kalau pengelola menambah fasilitas musala,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban, Anton Tri Laksono saat dikonfirmasi media ini perihal sejumlah usulan warga yang berharap adanya tambahan fasilitas umum seperti musala belum menanggapi.
Sebagai informasi, RTH Singgahan merupakan salah satu dari dua ruang terbuka hijau yang diresmikan oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky pada 6 Februari 2024 lalu.
Masing-masing dibangun dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tuban menghadirkan ruang publik yang ramah masyarakat dan berfungsi ekologis.
RTH Singgahan kini menjadi pusat aktivitas warga, terutama pada sore dan akhir pekan. Kondisi ini berbeda dengan RTH Jatirogo, yang kini tampak sepi lantaran lokasinya berada jauh dari permukiman warga. (Hus/Jun).
