TUBAN, (Ronggo.id) – Peristiwa naas dialami oleh Abdul Muis (46), warga Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Pasalnya, ia meninggal dunia diduga tersambar petir saat berteduh di sebuah gubuk pinggir pantai Desa Mentoso, Kecamatan Jenu.
Kanit Reskrim Polsek Jenu, Ipda Agung Heru Prabowo menjelaskan, kronologi meninggalnya warga tersebut bermula saat korban bersama dua rekannya, yakni Dardiri (35) dan Rasto (25), warga Desa Mentoso sekira pukul 16.30 Wib berteduh di sebuah gubuk karena sedang terjadi hujan lebat disertai petir.
“Dari keterangan saksi, korban bersama kedua rekannya duduk dan berteduh di gubuk pinggir laut Pantai Mentoso karena hujan, tiba-tiba ada petir menyambar disekitarnya,” ujar Ipda Agung Heru Prabowo kepada Ronggo.id, Sabtu (30/11/2024) malam.
Tak berlangsung lama, petir kembali muncul dengan suara yang lebih keras. Seketika, kedua rekannya melihat Abdul Muis tiba-tiba terbaring dari duduknya dan stop kontak yang berada tepat diatas lokasi duduk korban terbakar.
“Melihat Abdul Muis terbaring, kedua rekannya berusaha menolong. Akan tetapi, kondisi korban sudah kaku dan tidak bernyawa lagi,” terangnya.
Dengan kondisi panik, Dardiri dan Rasto langsung melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib. Petugas dari Polsek Jenu yang mendapatkan informasi tersebut langsung bergegas menuju lokasi.
“Sampai di lokasi, kami langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Semanding ini.
Dari hasil pemeriksaan medis sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selanjutnya, pihak keluarga juga tidak menghendaki untuk dilakukan visum.
“Pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan visum, sehingga jenazah korban langsung kami serahkan ke rumah duka agar segera dikebumikan,” pungkasnya. (Hus/Jun).
