TUBAN – Sepanjang tahun 2024, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengelontorkan dana sekitar Rp400 miliar, untuk membayar tagihan atau klaim kepada fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Tuban.
Dana ratusan miliar itu dibayarkan untuk klaim pembiayaan pelayanan pasien peserta BPJS, mulai rawat jalan hingga rawat inap.
“Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), dan lanjutan di Tuban,” terang Kepala BPJS Kesehatan Tuban, Farida Isnaeni, Rabu (12/3/2025).
Dari sekian faskes di Tuban, klaim yang paling besar dibayarkan ke RSUD dr R Koesma. Setiap bulannya rata-rata mencapai Rp16 miliar.
“Tidak ada tunggakan,” jawab Farida Isnaeni saat ditanya lebih lanjut adakah tunggakan tagihan di tahun 2024.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bojonegoro, Sisri Sembodo menyebut, klaim yang dibayarkan untuk membiayai pasien peserta BPJS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan iuran yang berhasil dihimpun.
“Iuran yang terkumpul dibanding dengan biaya manfaat untuk fasilitas di Tuban, klaim rasionya mencapai 200 persen,” kata Sisri Sembodo. (Ibn/Tgb).
