TUBAN — Semangat pengabdian dan kolaborasi sosial kembali ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban, di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Rabu (16/7/2025).

Melalui survei langsung ke lokasi usaha garam milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), para mahasiswa mencoba memahami secara konkret potensi ekonomi lokal, dan peluang pengembangannya.

Bertempat di Rumah Garam Tuban, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi titik awal sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam penguatan sektor usaha mikro berbasis sumber daya lokal. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Pliwetan, Andi; Ketua BUMDes, Budi, Dosen Pembimbing Lapangan, Isniyatin Faizah, serta seluruh anggota tim KKN IAINU Tuban.

Isniyatin Faizah mengemukakan, kegiatan ini lebih dari sekadar survei lokasi. Para mahasiswa secara aktif melakukan pemetaan terhadap aset ekonomi desa, khususnya dalam pengolahan garam dan produk turunannya. Mereka juga terlibat langsung dalam mengamati proses produksi, dari penjemuran hingga tahap pengemasan.

“Ini adalah bentuk keterlibatan mahasiswa dalam upaya membangun desa dari sektor dasar. Mahasiswa tidak datang membawa program, tapi menggali langsung dari realita yang ada,” ujar Isniyatin Faizah dalam keterangan tertulis yang diterima Ronggo.id Jumat (18/7/2025).

Di lokasi yang sama, Ketua BUMDes Pliwetan, Budi, menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. Ia mengakui bahwa tantangan utama dalam pengembangan usaha garam bukan terletak pada produksi, tetapi pada pemasaran, desain kemasan, dan penciptaan nilai tambah.

“Kami butuh gagasan segar dari anak-anak muda ini. Kalau bisa bantu pemasaran digital atau pelatihan branding, dampaknya akan sangat besar,” ungkapnya.

Dari survei awal ini, mahasiswa KKN IAINU berencana menyusun program kerja yang bersifat partisipatif, mulai dari pelatihan pemasaran digital, pelibatan pemuda desa, hingga pendampingan pengemasan produk garam agar lebih kompetitif di pasaran.

Perwakilan mahasiswa KKN, Wiwik Idayati menyampaikan, keterlibatan mereka bukan hanya soal kewajiban akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan desa berbasis potensi lokal.

“Kami ingin program kerja kami menjawab kebutuhan riil masyarakat, dan usaha garam ini punya prospek besar jika dikelola lebih modern,” pungkasnya. (Jun/Tgb).