TUBANKementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke area tambang pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) pabrik Tuban.

Kunker hari Kamis (6/02/2025) itu dalam rangka apel besar dan seminar pertambangan yang dilaksanakan oleh anak usaha Semen Indonesia Group (SIG). Sekaligus dalam rangkaian peringatan Bulan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Nasional.

Seminar yang diikuti seluruh karyawan SBI, dan para kontraktor itu mengusung tema, “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) untuk Meningkatkan Produktivitas”.

Dalam kesempatan itu, Inspektur Tambang wilayah Jawa Timur Kementerian ESDM RI, Frans Boy Martua Dimpos, mengingatkan pentingnya penerapan SMKP dalam kegiatan usaha pertambangan.

“Aktivitas pertambangan perlu memperhatikan lima elemen yaitu kebijakan, perencanaan pertambangan, organisasi/personil, implementasi, dan evaluasi,” urainya.

Di tempat sama, Inspektur Tambang Direktorat Tekhnik & Lingkungan Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI, Endri Iwantoro, mengatakan, penerapan SMKP demi melindungi keselamatan pekerja dan perusahaan. Bukan untuk menghambat kegiatan pertambangan.

“Bukan untuk mempersulit para pengusaha tambang, namun untuk meningkatkan produktivitas operasional perusahaan,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Quarry Manager SBI, Hendi Novianto, menyatakan, perusahaan rutin mengingatkan kepada seluruh karyawan maupun rekanan untuk selalu mengutamakan K3.

“Ini komitmen kita bersama untuk memprioritaskan keselamatan dalam segala aktivitas pekerjaan.” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Communication Region 3 PT SBI, Ario Patra Nugraha mengatakan, selama tahun 2024 SBI berhasil mencegah terjadinya insiden kecelakaan kerja yang berakibat fatal, yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha.

“Tidak ada kecelakaan kerja yang mengakibatkan lost time injury, fatality dan medical treatment incident,” katanya. (Ibn/tgb)