TUBAN – Kasus gagalnya mutasi siswa ke SMPN 1 Tuban karena pelanggaran aturan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sepertinya memunculkan masalah baru. Pihak sekolah asal dari tujuh siswa Kelas VII mutasi, tak serta merta mau menerima kembali murid yang sudah dilepas.

Selain itu, diantara klausul mutasi dari satuan pendidikan ada yang menyebut, jika siswa telah dilepas dari Dapodik mereka tak bisa kembali. Oleh sebab itu sekolah tujuan mutasi, akan terlebih dahulu menjamin diterima karena masih tersedia kursi kosong akibat rombongan belajar (Rombel) belum penuh.

SMPN 1 Tuban nekad melakukannya, meskipun seluruh Rombel di Kelas VII penuh dengan 32 siswa. Akibat melanggar aturan Dapodik tersebut, tujuh siswa mutasi dari sekolah dalam dan luar Tuban tak bisa masuk.

Bahkan kepala sekolah favorit ini, Umi Rindiyah, mengeluarkan Surat Keterangan Sedia Menerima mutasi siswa. Diantara klausul surat tersebut menyebut, syarat mutasi siswa ada surat keterangan pindah/mutasi dari sekolah asal yang sudah direkomendasi oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota asal dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.

Satu diantara sekolah yang mengabulkan permohonan mutasi siswanya ke SMPN 1 Tuban adalah SMPN 2 Palang. Tenaga kependidikan di sekolah ini menjelaskan, jika mutasi tersebut dilakukan setelah dari SMPN 1 Tuban siap menerima mutasi anak didiknya. Guru ini juga menunjukkan surat mutasi yang sudah ditandatangani kepala sekolah pada 13 Januari 2025 kemarin.

“Kami mengikuti prosedur yang ada, kalau SMPN 1 tidak mengeluarkan surat mutasi ya kami ndak berani, Mas,” ungkap guru yang menolak disebut namanya.

Dalam surat mutasi tersebut terdapat klausul, jika siswa yang telah dimutasi tak dapat diterima kembali di SMPN 2 Palang. Hal itu sebelumnya juga sudah diketahui oleh orang tua siswa mutasi tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Abdul Rakhmat, melalui Kabid Pengelola Pendidikan SMP, Siswo Suwarko, menyatakan, kasus mutasi di SMPN 1 Tuban kini sudah selesai. Semula pihak dari sekolah ini mencoba menampung semaksimal mungkin, jumlah siswa yang dapat diterimanya. Ternyata saat hendak memasukkan ke tujuh siswa tersebut justru Dapodik SMPN 1 Tuban menjadi invalid.