TUBAN – Warga Desa Tluwe, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban melakukan aksi menutup akses jalan menuju lokasi tambang pasir kuarsa. Hal itu dilakukan karena jalan desanya rusak, akibat dilintasi truk dari lokasi tambang di kawasan Desa Wadung, Soko.

Selain itu lalu lalang truk bermuatan pasir itu di jalan sempit tersebut, juga menganggu kelancaran lalu lintas. Pengguna jalan jika berpapasan dengan truk tambang juga harus ekstra hati-hati, agar tak terjadi kecelakaan akibat sempitnya ruas jalan.

Sejumlah warga Tluwe menyatakan, aksi memblokade akses jalan yang dilewati truk tambang dilakukan dipicu oleh dampak dari beroperasinya tambang pasir kuarsa di desa tetangganya. Mereka menilai dampak yang dialami, tak sebanding dengan kontribusi dari pemilik tambang.

“Adanya tambang ini jalan warga rusak, dan mobilitas masyarakat sekitar terganggu,” kata Supriyadi warga setempat saat ditemui di sekitar tempat aksi, Sabtu (3/5/2025).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tluwe ini menambahkan, ruas jalan tersebut baru diperbaiki tahun 2023 lalu itu saat ini sudah amburadul. Beberapa warga sempat meratakan jalan agar bisa dilewati.

“Harapannya ya truk-truk itu bisa off (tidak melintas lagi) di wilayah dukuhan kami, Wonosari,” tandasnya.

Pria berkumis tebal ini mengaku, di sekitar lokasi jalan yang rusak itu pernah terjadi dua kecelakaan yang melibatkan armada truk tambang. Salah satunya sampai terperosok hingga ke sungai tak jauh dari jalan tersebut.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Soko, AKP Haryono, hanya memberikan sedikit tanggapan mengenai adanya aksi tersebut. Menurutnya, aksi tersebut tidak sampai menutup jalan dan kondisi saat ini sudah kondusif.

“Sudah kondusif kok, Mas,” pungkas AKP Haryono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. (Hus/Tgb).