TUBAN – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,3 Skala Richter mengguncang wilayah perairan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (12/10/2025) pukul 12.58 WIB.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 5,81 Lintang Selatan dan 112,98 Bujur Timur, atau sekitar 140 kilometer timur laut Kabupaten Tuban, dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

Meski termasuk kategori gempa dangkal, BMKG memastikan guncangan tidak terasa di wilayah daratan Tuban. Aktivitas gempa tersebut diketahui dipicu oleh pergerakan sesar aktif bawah laut di sekitar Pulau Bawean.

“Guncangan dirasakan di Pulau Bawean pada skala II–III MMI, setara getaran truk besar melintas. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan maupun korban,” jelas Kepala Stasiun BMKG Kelas III Tuban, Muchammad Nur, saat dikonfirmasi Ronggo.id Minggu sore.

BMKG juga mencatat satu gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,2 yang terjadi sekitar pukul 13.57 WIB. Menurut Nur, potensi gempa susulan berulang sangat kecil karena kekuatan gempa utama relatif lemah.

“Gempa susulan umumnya lebih kecil dari gempa utama. Untuk gempa sebesar ini, kemungkinan besar tidak akan banyak susulan,” tambahnya.

Nur yang mulai bertugas di Tuban sejak awal 2025 itu menjelaskan, getaran gempa dari wilayah laut sekitar Bawean jarang dirasakan di daratan Tuban karena faktor magnitudo rendah serta struktur batuan di wilayah pesisir utara Jawa yang meredam gelombang seismik.

“Struktur batuan sangat berpengaruh terhadap perambatan getaran. Karena magnitudonya kecil, masyarakat di Tuban praktis tidak merasakan dampaknya,” ungkapnya.

BMKG menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpengaruh isu hoaks. Warga diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke rumah, terutama jika ditemukan retakan akibat getaran. (Hus/Jun).