TUBAN (Ronggo.id) – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, AKBP Bagus Hari Cahyono mengeluhkan atau sambat soal keterbatasan anggaran yang dimiliki institusinya. 

Akibat rendahnya budget, rangkaian program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tak bisa berjalan maksimal. 

Lembaga yang fokus pada pemberantasan narkoba berkantor di Jalan Ronggolawe, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban (kota) itu menerima anggaran Rp1.932 miliar per tahun. Rinciannya sebanyak Rp1.732 miliar dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pemerintah Pusat dan hibah dari Pemerintah Kabupaten Tuban senilai Rp250 juta.

Dengan kondisi keterbatasan biaya tersebut, menurut Bagus Hari Cahyono saat pers rilis akhir tahun 2024 di kantornya, Jumat (27/12/2024) lalu, program P4GN kepada masyarakat belum bisa optimal. Termasuk kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba, dan pernik-perniknya.

Ia ungkapkan, sepanjang tahun 2024 ini sosialisasi hanya bisa dilaksanakan sebanyak 95 kali. Program yang bersentuhan dengan publik itu dilakukan di lingkungan pemerintahan, swasta, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat.

“Jadi memang saya rasa untuk kegiatan di masyarakat saya anggap kurang, karena anggaran di BNN ini tidak banyak,” ungkap Hari.

Oleh sebab itu, bekas Kepala BNNK Blitar ini berharap kepada organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, maupun pemerintahan desa agar melibatkan BNN apabila ada kegiatan masyarakat untuk dapat memberikan sosialisasi. 

“Kami berharap sekali kerjasama dan partisipasinya dengan pemerintah setempat, khususnya di desa maupun kecamatan untuk menjangkau yang lebih luas lagi sampai ke desa-desa,” ujar Hari. (Ibn/Tgb)