TUBAN – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban siapkan skema baru dalam mengatur peziarah Sunan Bonang. Skema tersebut digadang-gadang dapat menggeliatkan perekonomian yang ada di parkiran bus Kebonsari.
Sebelumnya, ratusan pedagang yang ada di parkiran tersebut mengeluh pendapatannya yang semakin hari semakin menipis. Selain itu, keberadaan parkir liar juga disebut-sebut sebagai biang kerok yang membuat para pedagang kehilangan konsumennya.
Bahkan mereka juga pernah mengadu kepada DPRD setempat untuk menanggapi adanya keluhan tersebut. Disana mereka meminta dinas terkait untuk kembali menertibkan bus bus wisatawan agar parkir kembaki ke parkiran Kebonsari.
Menanggapi hal itu, Kepala DLHP Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono mengungkapkan pihaknya telah berupaya mencari jalan tengah. Nantinya, para pengunjung akan di fokuskan untuk parkir di terminal wisata Kebonsari.
Setelahnya, para pengunjung tersebut langsung disambut dengan dengan tukang becak untuk diantarkan menuju ke makam Sunan Bonang. Becak-becak tersebut nantinya akan diberikan plat nomor khusus serta tarif yang sudah disesuaikan.
“Setelahnya, para peziarah nanti bisa menggunakan shuttle untuk ke makam Asmoro Qondhi ataupun langsung balik menuju terminal,” tambah Anthon.
Pemberlakuan itu rencananya akan dilakukan mulai Rabu (5/11/2025) besok. Dengan adanya opsi tersebut nantinya tukang becak, shuttle maupun pedagang dapat ruang untuk terus melanjutkan usahanya masing-masing.
Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL terminal Kebonsari, Teguh mengaku tak segan akan melakukan aksi lebih besar lagi kedepannya jika opsi tersebut tak dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang dijanjikan.
“Kalau nanti tanggal 5 tak kunjung di realisasikan, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi,” ungkap Teguh.
Teguh mengungkapkan, sepinya kunjungan peziarah belakangan ini sangat memukul perekonomian para pedagang. Setiap hari para pedagang harus mengeluarkan modal cukup besar untuk berjualan, namun hasilnya sering kali tidak mampu menutup biaya tersebut. Akibatnya, banyak pedagang yang terpaksa merugi dan kesulitan untuk menutup kebutuhan sehari-hari.
“Kalau sepi kaya gini, jangankan untung, yang ada kami terus merugi,” pungkas Teguh.
Pemkab Tuban optimistis skema baru ini bisa jadi titik balik bagi geliat ekonomi Terminal Wisata Kebonsari. Namun, jika kebijakan itu kembali mandek, bukan mustahil kekecewaan para pedagang akan berubah menjadi gelombang protes yang lebih besar. (Hus/Tgb).
