TUBAN – Para supir Jasa Pengelola Alat (JPA) menangis di hadapan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohmah Ubaid, di tengah aksi demonstrasi di PT United Tractors Semen Gresik (UTSG), Selasa (22/4/2025).
Pantauan dari lokasi, kedatangan Rohmad Ubaid ditengah konflik antara buruh yang terjalin dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban dengan PT UTSG, memupuk harapan yang tinggi dalam penyelesaian masalah yang menimpanya. Mereka berharap banyak pada pejabat ramah yang juga mantan Camat Kerek itu.
Para perwakilan aksi beserta beberapa driver rela mengantar, dan menunggu pejabat itu turun dari mobilnya. Setelahnya mereka langsung bersalaman dan menyampaikan apa yang menjadi keluhannya selama itu.
Salah satu pengemudi JPA, Agus yang juga merupakan warga ring satu menjelaskan, dia sangat menyesalkan dengan adanya perubahan gaji dari Perjanjian Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) menjadi upah produktivitas. Yang mana hal itu menurutnya merampas hak-haknya sebagai pekerja.
“Kami hanya mendapatkan upah 700 perton pak, uang makan ngga ada, jadi kita dibayar dari apa yang kita dapatkan, apa yang kita hasilkan,” tegas Agus.
Agus merasa kecewa dengan pihak perusahaan karena seperti tak dihargai atas pengabdiannya bekerja berpuluh-puluh tahun menjadi driver JPA. Ia merasa hal itu merampas hak-haknya sebagai pekerja.
“Anak saya sampai bilang gini, kalau bapak tidak bekerja aku mau jajan apa. Apalagi istri saya, ia juga bilang pak kalau bapak tidak bekerja kita makan apa,” ujarnya kepada Rohman Ubaid sembari meneteskan air matanya.
Driver lain Sugianto yang juga merupakan warga ring satu mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, para supir-supir JPA ini merupakan ujung tombak bagi perusahaan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar.
“Kalau kita tidak bekerja penghasilan manajemennya bisa menurun tetapi selalu disia-siakan,” katanya.
Pria yang sudah bekerja menjadi driver JPA selama 25 tahun ini mengatakan jika pergantian vendor kejadian seperti ini terus berulang dan merugikan para driver. Sehingga ia merasa hak-haknya dipangkas hingga habis.
Sementara itu, Rohman Ubaid menyatakan, menampung keluhan para driver itu untuk mengomunikasikannya bersama dengan pihak-pihak terkait agar mendapatkan solusi atas permasalahan tersebut.
“Kita hadir disini dan kami tangkap permasalahan yang ada, dan tentu saja kewajiban dari pemerintah untuk menjamin hak-hak yang telah diatur dalam undang-undang. Kami akan perjuangkan,” pungkasnya.
Sedangkan, Pengurus Pimpinan FSPMI Jawa Timur, Eka Hernawati, mengancam akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar lagi. Bahkan ia tak segan untuk mendatangkan massa yang tergabung di FSPMI seluruh Jawa Timur untuk menggelar aksi demonstrasi kedepannya.
“Kami hadir disini untuk memberikan motivasi seluruh anggota agar lebih bersemangat untuk menuntut hak-haknya sebagai pekerja,” tandas Eka. (Hus/Tgb).
