TUBAN — Di tengah meningkatnya persoalan sampah nasional, puluhan siswa SDN Beji 02 Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, belajar langsung cara mengelola sampah organik menjadi kompos. Kegiatan ini digelar pada Kamis (30/10/2025) melalui Program Edukasi Lingkungan Sekitar Area Proyek GRR Tuban (Program Persada) yang diselenggarakan oleh Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) bekerja sama dengan Kampoeng Tani Tuban.

Langkah kecil di sekolah dasar ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya pengelolaan sampah untuk menekan emisi gas rumah kaca.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK menunjukkan bahwa timbunan sampah nasional pada tahun 2024 mencapai 34,9 juta ton, naik dari 31,9 juta ton pada tahun sebelumnya. Jika ditambah dengan sampah yang tidak terkelola, jumlahnya diperkirakan lebih dari 60 juta ton per tahun.

Situasi serupa terjadi di Kabupaten Tuban. Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban mencatat peningkatan volume sampah dari 70 ton per tahun pada 2022 menjadi 110 ton pada 2024. Sekitar 60 persen di antaranya adalah sampah organik, yang jika tidak dikelola dengan baik akan menghasilkan gas metana (CH₄) — salah satu penyumbang utama efek rumah kaca dan pencemaran lingkungan.

“Sampah organik yang membusuk bukan hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga memicu emisi gas rumah kaca serta mendatangkan hewan penyebar penyakit,” ujar Manager Human Capital Operations & Medical PRPP, Astrid Pinkan yang turut memberikan edukasi dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan itu, para siswa SDN Beji 02 mempraktikkan langsung cara membuat pupuk kompos dari sisa makanan dan dedaunan. Mereka dibimbing oleh tim Kampoeng Tani Tuban yang telah berpengalaman dalam pelatihan pengelolaan sampah terpadu.

Kepala SDN Beji 02, Suciati, menyebut kegiatan ini sangat mendukung komitmen sekolah menuju Adiwiyata Provinsi Jawa Timur pada 2026.

“Tahun lalu kami meraih predikat Adiwiyata tingkat kabupaten. Program dari PRPP ini sangat membantu dalam memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah,” ungkapnya.

Suciati berharap, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan rumah dan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Presiden Direktur PRPP, Sigit Pradjaka Sugestihanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar area proyek kilang Tuban.

“Pertamina Group aktif mendukung pengurangan dampak perubahan iklim global. Program Persada ini adalah wujud nyata kontribusi kami dalam bidang edukasi dan pengelolaan lingkungan,” kata Sigit.

Menurutnya, melalui pendidikan lingkungan seperti ini, anak-anak dapat menjadi agen perubahan di masa depan.

“Kami ingin mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa sampah, terutama sampah organik, bisa menjadi sesuatu yang bernilai jika dikelola dengan benar,” ujarnya.

Tahun 2025 menjadi tahun ketiga pelaksanaan Program Persada, setelah sebelumnya dilakukan di tahun 2023 dan 2024. Selain SDN Beji 02, kegiatan serupa juga digelar di MI Miftahul Huda Desa Rawasan dan SDN Mentoso Kecamatan Jenu.

Selain edukasi, PRPP juga menyerahkan 110 bibit tanaman buah dan tanaman hias, serta perangkat komposting untuk tiga sekolah tersebut. Total 285 peserta mengikuti kegiatan yang juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan TPB 15 (Ekosistem Daratan).

“Program ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan industri dalam menjaga kelestarian bumi,” pungkas Sigit. (Jun/Tgb).