TUBAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Kabupaten Tuban menyatakan, cuaca tak menentu akibat Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby dan Kelvin, dan daerah bertekanan rendah. Mereka datang silih berganti sehingga menyebabkan cuaca tak menentu.
Dihimpun dari website resmi milik BMKG, MJO sendiri merupakan gelombang atau osilasi non seasonal yang terjadi di lapisan troposfer yang bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari. Fenomena ini sangat berdampak terhadap kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.
Sedangka untuk gelombang Rossby dan Kelvin, menurut situs Layanan Kelautan Nasional Amerika Serikat (NOAA), sendiri merupakan gelombang yang terjadi secara alami akibat rotasi bumi. Yang membedakan gelombang Rossby dan Kelvin adalah arah gerakannya. Gelombang Rossby bergerak ke arah barat, sedangkan Kelvin bergerak ke arah timur.
Kepala Stasiun BMKG Kelas III Kabupaten Tuban, Muchammad Nur, mengatakan, MJO sendiri berdampak terhadap variasi musiman hujan. Seperti gangguan awal ataupun akhir musim. Begitupun dengan gelombang Rossby yang juga mempengaruhi curah hujan musiman.
“Untuk gelombang Rossby ini menyebabkan gangguan pola angin dan tekanan,” kata Nur saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (24/5/2025).
Sedangkan untuk gelombang Kelvin yang kuat dapat melemahkan maupun memperkuat El-Nino dan La-Nina. Hal itu dapat mempercepat pergantian musim atau bisa disebut pemicu hujan konvektif.
“Jika melihat dari perkembangan dinamika atmosfernya, diperkirakan bulan Juni intensitasnya akan berkurang,” tambahnya.
Meski begitu, pihaknya menyebut untuk seminggu kedepan untuk wilayah kota tuak ini diprediksi masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang merata di setiap kecamatan. Hal itu dikarenakan adanya gangguan-gangguan atmosfer yang sudah disebutkan sebelumnya.
“Kepada masyarakat diharap tetap selalu waspada menghadapi kondisi cuaca yang tak menentu, serta selalu siaga menghadapi potensi cuaca hidrometeorologi,” katanya.
Ia juga meminta kepada seluruh pihak untuk terus memonitor perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG. Adapun informasi tersebut dapat didapatkan dari aplikasi “Info BMKG” yang dapat di unduh di Playstore maupun Appstore, serta sosial media maupun kanal resmi milik BMKG. (AN/Tgb).
