TUBAN – Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Tuban resmi memulai babak baru kepengurusan untuk periode 2026-2031.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengurus baru tersebut berlangsung khidmat di Kompleks Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Sabtu (31/10/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa yang diwakili Pengurus Wilayah (PW) Jawa Timur, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban, serta puluhan kader dan para santri Pagar Nusa.

Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IV sebelumnya, Khusni Mubarok terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi wadah pendekar NU ini selama lima tahun mendatang.

Peralihan kepemimpinan dalam organisasi pencak silat kerap kali menyisakan riak internal. Menyadari tantangan tersebut, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Tuban terpilih, Gus Khusni Mubarok, langsung menegaskan pentingnya rekonsiliasi demi menjaga eksistensi organisasi.

“Ini merupakan pilihan teman-teman. Tentu kita ingin agenda Konfercab ini menjadi langkah baru yang membuat perbedaan di antara kita,” ujar Gus Khusni dalam sambutannya usai resmi dilantik.

Gus Khusni mengapresiasi kinerja pengurus demisioner dan pengurus sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga roda organisasi tetap berputar hingga titik ini. Ke depan, ia membawa lima visi misi besar untuk penguatan internal dan eksternal. Salah satu target utamanya adalah pembangunan padepokan fisik Pagar Nusa Tuban dalam lima tahun ke depan yang menjadi amanat para sesepuh.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya mengubah paradigma publik terhadap organisasi pencak silat yang belakangan kerap diasosiasikan dengan citra kurang baik atau konflik komunal.

“Pagar Nusa harus hadir untuk masyarakat. Selama ini asumsi publik terhadap organisasi pencak silat lebih dikenal kurang baik. Pagar Nusa harus turun membantu hal yang justru lebih bermanfaat kepada masyarakat secara luas,” kata dia.

Dia berharap dengan konferensi ini akan membawa energi baru. Dan setelah konferensi ini seluruh pihak bisa membangun Pagar Nusa bersama.

“Konfercab ini bukan akhir, tapi awal dalam mengelola Pagar Nusa agar lebih baik. Intens melakukan latihan dan aktif menjaring potensi kader, sehingga kedepan bisa menjadi organisasi yang profesional,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jawa Timur, Muhammad Abdul Mujib mengingatkan bahwa tantangan terbesar setelah masa transisi kepemimpinan biasanya adalah munculnya riak-riak tidak produktif di internal.

“Tugas organisasi setelah transisi biasanya muncul drama, namun itu hal yang sangat tidak perlu. Seluruh potensi yang ada di Tuban harus dapat segera menatap program yang mesti dilaksanakan,” tegas perwakilan Abdul Mujib.

Gus Mujib juga menyampaikan harapan besar dengan terpilihnya Khusni Mubarok menjadi ketua umum untuk bisa membawa prestasi untuk perguruannya kedepan. Selain itu juga berharap untuk kepengurusan kedepan mampu mewadahi seluruh kader.

Oleh karena itu, ia meminta PC Pagar Nusa Tuban di bawah nakhoda Gus Khusni untuk segera melakukan akselerasi kerja guna mengembalikan kejayaan prestasi atlet, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

“Kami berpesan agar PC Pagar Nusa segera melakukan akselerasi dan langsung tancap gas. Menjadi kader Pagar Nusa yang profesional, berprestasi, dan berakhlak mulia sehingga bisa membanggakan diri juga perguruan,” pungkasnya. (Hus/Tgb).