TUBAN – Sebuah truk nopol W 9672 UL bermuatan material klinker terguling di Jalur Pantura, Tuban, tepatnya di Jalan RE Martadinata Tuban, Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Diduga saat itu sopir truk, Rumiyanto (44), warga Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Tuban dalam keadaan mabuk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu bermula ketika truk berjalan dari arah barat. Kendaraan berat itu mengangkut material klinker dari pabrik semen PT Semen Indonesia pabrik Tuban, untuk dikirim ke wilayah Gresik.

Sesampainya di TKP, tiba-tiba ban belakang meletus. Sialnya disaat bersamaan sebuah sepeda motor berhenti mendadak di depan truk tersebut.

“Setelah itu truk oleng menabrak pembatas jalan lalu terguling,” kata Kanit Penegakkan Hukum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyono.

Selain menabrak pembatas jalan milik Dinas Perhubungan Tuban, truk milik Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) itu juga menimpa gerobak pedagang kaki lima yang berada di atas trotoar.

“Untuk korban jiwa nihil, sopir selamat,” beber Eko Sulistyono.

Eko menyebut, pemicu kecelakaan karena diduga sang sopir kurang konsentrasi. Ia belum berani memastikan, jika saat itu yang bersangkutan dalam keadaan mabuk minuman beralkohol.

“Perlu dilakukan tes kesehatan untuk mengetahui apakah sopirnya ini dalam pengaruh alkohol,” ujarnya.

Salah satu saksi mata Mario mengungkapkan, sebelum terguling, truk yang dikemudikan Rumiyanto itu melaju begitu kencang. Tampak dikejar oleh beberapa pengendara sepeda motor.

“Informasinya truk ini ugal-ugalan sambil memainkan klakson di lampu merah,” ungkap Mario di lokasi kejadian.

Ditambahkan, sangking geramnya sejumlah warga hampir saja melakukan pengeroyokan, hingga membuat Rumiyanto tak berani keluar dari dalam kendaraannya. Beruntung, emosi warga itu berhasil ia redam.

“Sopirnya mabuk, tadi saya tanya ngakunya habis minum,” tandasnya. (Ibn/Tgb)