TUBAN, (Ronggo.id) – Ratusan warga Tuban, Jawa Timur, ternyata terdampak demam berdarah atau DBD. Meski berbagai upaya telah dilakukan, seperti fogging dan program lain, namun kasus DBD tahun ini bisa dibilang berstatus nasional karena penyebarannya sudah terjadi di berbagai wilayah.
Penyebaran DBD kali ini hadir cukup serius, melihat di Bumi Wali juga mengalami peningkatan yang fantastis. Bahkan, tindakan penyebaran asap pembunuh nyamuk harus dilakukan untuk mengurangi penularan.
“Fogging ini bisa dilakukan bila memang sudah ada risiko penularan, kalau tidak kejadian ya tidak bisa, karena itu harus sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Heru Widodo, Adminkes Ahli Muda, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB), kepada Ronggo.id, pada Rabu (1/5/2024).
Dia menambahkan, peningkatan kasus DBD di Tuban ternyata sangat tinggi.
“Kenaikan angka DBD ini juga tidak hanya terjadi di Tuban saja, tidak hanya di Jawa Timur saja, tapi secara nasional. Naik 3-4 kali lipat,” tambahnya.
Di samping itu, puluhan kecamatan telah menerima pengasapan lingkungan untuk mengurangi jumlah nyamuk yang ada.
“Di Tuban penyebarannya juga naik di 20 kecamatan, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, terus jentik-jentiknya ini gimana? Pasti ada lagi,” ujarnya.
Bahkan, tercatat lebih dari 300 pasien DBD ini per 20 April sangat mengkhawatirkan.
Ditambah lagi, ditemukan kasus kematian akibat tidak tertolong dari DBD.
“Sampai per Maret sudah 313 se-Kabupaten Tuban. Kalau di Jawa Timur yang tertinggi Kabupaten Probolinggo, kematiannya 14. Tuban sudah 3 kematian. Mungkin memang tahun ini luar biasa,” ungkapnya.
Menurut penanggungjawab DBD dari Dinas Kesehatan Tuban, Susilowati, langkah fogging masih belum maksimal dalam memberantas kasus DBD secara total.
“Sudah kebal nyamuknya. Malah rata-rata kalau sering difogging, kasusnya malah nambah lagi. Yang baru-baru tambah banyak malahan,” kata Susi.
Bahkan, penderita DBD terbanyak ternyata berasal dari kalangan usia pelajar yang masih aktif sekolah.
“Anak-anak rata-rata di bawah 10 tahun yang meninggal. Banyak kasusnya di anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Himbauan kepada masyarakat diharapkan tetap menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan tetap melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M plus dilingkungan rumah masing-masing dalam pencegahan penyakit DBD. (AN/Jun).
