TUBAN – Nasib naas menimpa, Wiwik Agustina (39), wanita asal Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Sesaat setelah masuk kamar kosnya di wilayah Desa Sumberjo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, ia terserang sesak nafas, dan diikuti keluarnya busa dari mulutnya.

Tak lama berselang, nyawanya tak tertolong dalam perjalanan ke Puskesmas Rengel. Ada dugaan perempuan yang indekos tersebut terkena serangan jantung.

Informasi yang dihimpun Ronggo.id dari tempat kejadian peristiwa menyatakan, tragedi itu bermula ketika korban datang sendiri dengan naik kendaraan bernopol S 3288 DV, Kamis (23/1/2024) sekitar pukul 07.30 WIB di tempat kos-nya. Di rumah kos milik Alfin tersebut, ia menyewa kamar nomor: C-4.

Sekitar 15 menit kemudian datang, PA (34), di kamar korban. Lelaki asal Desa Rengel, Kecamatan Rengel yang disebut-sebut sebagai kawan dekat korban ini kaget melihat kondisi temannya.

“PN ini langsung minta tolong ke kami untuk melarikan korban menuju ke Puskesmas yang jaraknya kurang lebih 50 meter dari sini,” ujar penjaga rumah kos yang menolak disebut jatidirinya.

Upaya membawa korban ke Puskesmas, arah ke timur dari rumah kos, pun dilakukan. Sayangnya dalam perjalanan itu Wiwik Agustina tak selamat. Ia menghembuskan nafar terakhirnya dalam perjalanan itu.

Menanggapi hal tersebut sang pemilik kos, Alfin mengaku tak tahu persis soal runtutan kejadian yang menimpa korban. Ia kala itu sedang menemui tamu di rumahnya.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya, tapi kalau menurut saya korban memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke,” ujar Alfin saat ditemui di kos-nya,Jumat (24/01/2025).

Menurut Alfin, korban memang sudah beberapa kali datang ke rumah kos yang menyediakan t20 kamar itu. Kamar di tempat itu bisa dipesan harian, mingguan, maupun bulanan, karena merupakan jenis kos semi homestay.

“Tak seringlah, mungkin sekitar sebulan sekali saja ia (korban) menginap disini,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Rengel, AKP Nuril Huda, yang dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim IPDA Suprapto, membenarkan kejadian tersebut.

Ia tambahkan, dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Rengel bersama dengan tim Identifikasi Polres Tuban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung, dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa.

“Berdasarkan keterangan adik kandungnya, korban juga mempunyai riwayat Hipertensi (darah tinggi),” pungkas Suprapto. (Hus/Tgb).