TUBAN – Lalu lalang truk sampah di ruas Jalan Gajah Mada, Tuban diresahkan warga sekitar kawasan tersebut, karena muatannya sering berceceran di jalan. Selain itu truk tanpa penutup rapat, dan di sejumlah titik baknya berlobang menimbulkan bau tak sedap yang menyengat.

Pantauan Ronggo.id di kawasan jalan tersebut, tampak truk berwarna hijau itu seperti sudah berkarat, dan baknya berlubang di berbagai sisinya. Terlihat sampah yang diangkutnya seperti akan ambrol melalui lubang lubang itu.

Salah satu warga sekitar jalan, Iman (20), mengatakan, truk pengangkut sampah tersebut selain menimbulkan bau busuk, lubang yang ada di baknya itu juga membuat potongan sampah-sampah kecil jatuh berserakan di jalanan.

“Sampah-sampah itu rasanya juga dapat membahayakan bagi pengendara motor di belakangnya, karena kan itu sampah kadang ada potongan buah semangka, potongan melon, dan lain-lain,” tambahnya.

Sementara itu warga lain yang tak mau disebutkan namanya juga sependapat. Mereka sangat menyayangkan jika mobil yang seharusnya membersihkan lingkungan, justru membuat sampah tersebut berceceran sepanjang jalan yang dilintasinya.

“Saya sudah bayar pajak tapi kok masih ada truk sampah yang bolong-bolong seperti itu, Mas,” kata pria bertubuh dempal ini.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Arwin Mustofa, mengatakan, pihaknya akan membenahi fasilitas bak sampah yang sudah rusak. Saat ini pihaknya masih terkendala dengan masalah administrasi.

“Kami masih terhambat dari segi sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik yang baru update, yaitu dari E-Katalog versi lima ke E-Katalog versi enam,” kata Arwin saat ditemui di kantornya pada Senin (10/5/2025).

Adanya hal itu, lanjut Arwin, juga berpengaruh terhadap perbaikan bak-bak truk sampah. Seharusnya jika tak terhambat dengan adanya pembaruan E-Katalog itu, pada bulan Februari 2025 sudah dilakukan proses perbaikan secara bergantian.

Untuk perbaikan bak truk sampah biasanya butuh waktu sekitar 30 sampai 45 hari. Hal itu tak bisa dilakukan secara bersama-sama, karena kan yang lainnya harus lanjut beroperasi.

Arwin Mustofa menambahkan, saat ini pihaknya sudah menyediakan 76 buah bak truk sampah yang digunakan untuk mengangkut sampah menuju ke tempat pembuangan akhir. Sangat disayangkan sebanyak 41 bak tersebut sudah harus dilakukan perbaikan.

“Setiap tahun kami anggarkan sebanyak 200 juta untuk peremajaan bak-bak sampah yang rusak, rencana tahun ini akan ada perbaikan sekitar 30-an buah,” pungkasnya. (Hus/Tgb).