TUBAN, (Ronggo.id) – Guna Meningkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Binaanya, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) GhoPo Tuban melalui Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) intens melakukan pendampingan dan pelatihan.
Terbaru, SIG memberikan training mengenai cara memanfaatkan dan mengoptimalkan digital marketing kepada 35 pelaku UMKM binaan di Gedung Auditorium SIG, Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Kamis (10/11/2022).
Senior Manager Of Corporate Communication SIG GhoPO Tuban, Setiawan Prasetyo mengatakan, di era serba digital seperti sekarang ini, untuk memasarkan suatu produk tidak hanya secara offline atau di outlet. Akan tetapi bisa melalui berbagai platform media sosial, serta memanfaatkan marketplace.
Menurut Setyawan, dengan memaksimalkan manfaat dari media online yang sudah ada tersebut, produk yang dihasilkan bisa lebih dikenal oleh pasar yang luas dan memiliki daya saing. Diharapkan usai mengikuti pelatihan, pelaku UMKM mampu memasarkan produknya dengan baik dan menarik, sehingga meningkatkan omset yang baik pula.
“Harapannya ke depan UMKM binaan dapat semakin tumbuh dan berkembang, agar dapat meningkatkan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara, Rizqi Sahputra selaku pemateri digital marketing dari salah satu konten kreator di Kabupaten Tuban menjelaskan, para peserta pelatihan dalam hal ini pelaku UMKM binaan SIG diberikan wawasan tetang bagaimana cara memanfaatkan media sosial yang baik dan benar sebagai media promosi untuk memasarkan produk agar bisa menarik minat konsumen.
“Para peserta dilatih cara membuat desain logo produk, pamflet produk, foto produk, video promosi secara sederhana dan menarik. Dan itu semua hanya cukup menggunakan ponsel saja,” paparnya.
Ditempat yang sama, salah seorang peserta pelatihan, Siti Kholifah menyampaikan terima kasih kepada SIG Ghopo Tuban yang telah menyelenggarakan pelatihan digital marketing. Sehingga, para pelaku UMKM, termasuk dirinya dapat melakukan promosi produk lebih baik dan menarik di media sosial.
“Semoga dengan pelatihan ini, kita akan dapat membuat media promosi yang lebih baik dan menarik lagi. Dengan begitu akan meningkatkan omzet,” tutur pemilik Jafana Bakery, Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak itu.
Selama ini, ungkap Siti Kholifah, dalam memasarkan produknya hanya dari mulut ke mulut saja. Kalaupun di media sosial, foto ataupun video yang dihasilkan masih terkesan asal-asalan dan belum maksimal.
“Tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat sekali, karena dengan promosi yang menarik dan memanfaatkan berbagai platform media digital akan memperluas pasar untuk memasarkan produk,” tutupnya. (AF/Jun).
