TUBAN Bara protes di Gate 3 PT Semen Indonesia (SIG) Tuban belum padam. Hingga Senin malam (4/5/2026), eks pekerja PT Cahaya Tegar Kencana (CTK) masih menduduki akses utama pabrik pelat merah tersebut dan menyandera aktivitas perusahaan demi menuntut kejelasan akan status kerja mereka.

Aksi nekat ini menjadi puncak kekecewaan para pekerja yang merasa nasibnya digantung oleh manajemen perusahaan pemberi kerja selama bertahun-tahun. Karena hal itu, memaksa mereka bertaruh di garis depan demi sesuap nasi yang kini terancam hilang akibat pemutusan akses kerja secara sepihak.

Perwakilan eks pekerja, Bandi Cipto Hadi, membeberkan bahwa meski mereka sudah bekerja lebih dari 21 hari dalam sebulan, pihak perusahaan tak kunjung menaikkan status mereka menjadi pekerja kontrak atau PKWT bulanan.

Yang lebih ironis, banyak di antara mereka yang sudah mengabdi hingga sembilan tahun namun tetap terjebak dalam status Pekerja Harian Lepas (HL) dengan waktu kerja yang dipangkas secara sepihak hanya 11 sampai 15 hari saja dalam sebulan.

Bandi menambahkan sebelum berakhirnya kontrak mereka yang bertepatan dengan May Day, para buruh itu sempat protes. Bukannya mendapat kejelasan, kartu pekerja mereka justru non-aktif, yang membuatnya harus rela tak bekerja sejak 2 Mei kemarin.

“Di hari Sabtu kemarin, sehari setelah hari buruh kami sudah tidak dapat bekerja,” ujar Bandi dengan nada kecewa.

Setelah melalui konsolidasi internal, para pekerja yang bernaung di bawah bendera Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban tersebut sepakat meluncurkan aksi protes keras. Sejak Senin (4/5/2026) pagi, mereka memutuskan untuk melumpuhkan total aktivitas keluar-masuk kendaraan dengan memblokir Gate 3 PT SIG sebagai bentuk perlawanan nyata.

Kekecewaan para buruh semakin meruncing setelah mengetahui posisi scaffolder yang mereka tinggalkan kini justru diisi oleh pekerja dari PT Swabina Gatra.

Hal ini memicu kecurigaan bahwa PT SIG sengaja bersikap acuh dan memanipulasi proses tender demi memuluskan keterlibatan anak perusahaan mereka sendiri, sekaligus mengabaikan nasib para pekerja lama yang telah bertaruh nyawa di lapangan.

“Nampaknya PT SIG sengaja menggunakan pekerja lain yang bukan tupoksinya, padahal kami juga bekerja dengan resiko kerja yang tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Pengurus Pimpinan Unit Kerja Persatuan Pekerja PT SI (PUK PPPTSI) FSPMI Tuban, Imam Mujahidin, menegaskan bahwa upaya mediasi yang dilakukan pada pagi hari tadi belum membuahkan hasil. Pihak PT SIG dinilai belum memberikan jaminan pasti terkait tuntutan massa.

“Kami tidak akan beranjak. Siang atau malam, Gate 3 akan tetap kami blokade sampai ada keputusan yang memihak pekerja,” tegas Imam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SIG Tuban melalui Senior Manager Corporate Communication, Dharma Sunyata, belum memberikan keterangan resmi terkait aksi boikot dan tuntutan para eks pekerja PT CTK tersebut. (Hus/Tgb).