TUBAN – Dalam kurun delapan bulan sejak Oktober 2024 hingga Mei 2025, sebanyak empat narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuban meninggal.

Empat warga binaan tersebut masing-masing, IP, asal Rembang, Jawa Tengah meninggal pada Oktober 2024 karena gantung diri; E, warga Magetan pada November 2024 diduga sakit diabetes erectus; B, asal Kecamatan Bancar, Tuban pada Februari karena penyakit paru; dan SY asal Kecamatan Tuban (Kota) meninggal pada 13 Mei 2025 diduga akibat keracunan minuman.

Kepala Lapas IIB Tuban, Irwanto Dwi Yhana Putra, melalui Kasubsi Perawatan, Renaldi Caesar, membantah jika pihaknya kecolongan atas tewasnya empat orang warga binaan. Menurut dia, pengawasan yang dilaksanakan para petugas sudah maksimal.

“Insyaallah pengawasan dan perawatan yang kita lakukan sudah maksimal,” ucapnya, Rabu (14/5/2025).

Dia tambahkan, jumlah personil di Lapas Tuban saat ini hanya 50 orang, lebih sedikit jika dibanding dengan narapidana yang mencapai 421 orang. Meskipun personil terbatas, pihaknya berusaha untuk memaksimalkan pengawasan lewat skema buka tutup blok hunian pada jam-jam rawan.

“Kita juga terus memantau saat pembinaan, apakah absennya sudah sesuai,” ujarnya.

Selain pengawasan, pihaknya juga rutin mengecek kondisi kesehatan para napi. Termasuk menyiapkan kamar khusus bagi mereka yang menderita penyakit menular.

“Kedepan kita akan meningkatkan pengawasan, dan merazia kamar hunian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Ibn/Tgb).