TUBAN – Jajaran elite Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Tuban, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Mereka menanyakan kasus korupsi yang ditangani institusi tersebut, Senin (19/05/2025).
Para aktifis PP tersebut menilai, penanganan kasus tindak pidana korupsi di kejaksaan terkesan lamban. Hal itu berakibat pada dugaan publik, bahwa aparat Kejari Tuban tak serius memproses kasus rasuah.
Sedangkan perkara yang dipertanyakan PP tersebut, diantaranya, kasus dugaan korupsi biopori di Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban; sanitasi Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) yang mencuat awal tahun 2025 lalu; dan kasus pemanggilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Tuban.
Para aktivis tersebut datang mengenakan uniform organisasi, ditemui Kasi Intel Kejari Tuban, Stephen Dian Palma.
Ketua MPC PP Tuban, Mukaffi Makki, mengatakan, kedatangannya ke Kejari Tuban selain silaturahmi juga menanyakan perkembangan kasus yang ditanganinya. Pihaknya ingin mengetahui sejauh mana perkembangan kasus tersebut di kejaksaan.
“Kami dari masyarakat yang tergabung di Pemuda Pancasila, ingin mengawal juga mendorong pihak kejaksaan untuk selalu menindaklanjuti kasus secara tuntas,” kata Gus Kaffi sapaan akrabnya saat dikonfirmasi di Kantor Kejari.
PP Tuban meminta kepada Kejari agar tak pandang bulu memberantas korupsi. Pemberantasan kejahatan kerah putih itu penting, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi Kejaksaan Agung yang sudah mengungkap kasus-kasus besar, hal itu dapat diikuti dan linier ke bawah khususnya di Kabupaten Tuban,” ungkapnya.
Pihaknya meminta kepada pihak kejaksaan untuk segera menuntaskan kasus-kasus yang sedang berjalan. Ia melakukan penekanan kasus tersebut hingga tuntas, dan tak mengambang seperti saat ini.
Sementara itu Stephen Dian Palma mengatakan, pertemuan dengan PP itu merupakan bentuk silaturahmi, dan saling berkoordinasi. Kedatangan mereka berfokus untuk memonitor sejauh mana perkembangan kasus biopori yang ditangani olehnya.
“Ini kan pertemuan baru pertama kali dengan Pemuda Pancasila, mereka kesini itu intinya untuk monitor kasus-kasus itu agar segera selesai,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
