TUBAN – Meski kapal MT Abigail W sempat kandas di perairan Tuban, pasokan BBM dipastikan tetap aman terkendali. PT Pertamina Patra Niaga bergerak taktis mengerahkan armada pengganti guna menjamin urat nadi distribusi energi tidak terputus.

Sebelumnya, kapal tanker milik PT Pertamina Trans Kontinental kandas usai diterjang ombak tinggi dan angin kencang. Saat itu, kapal tersebut tengah berlayar dari Pelabuhan Merak menuju terminal khusus (tersus) milik PT Pertamina Patra Niaga. Namun, kondisi cuaca yang tak bersahabat membuat kapal terombang-ambing dan akhirnya karam di sekitar Pantai Panduri, Kecamatan Jenu pada Rabu (21/1/2026) kemarin.

Kapal berwarna hitam merah ini rencananya akan mengangkut setidaknya 3.000 kiloliter (KL) bahan bakar yang akan di sebarkan menuju ke beberapa wilayah di Jatimbalinus, terkhusus di wilayah kepulauan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan untuk menjaga stabilitas BBM, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan kapal pengganti guna memastikan kelancaran distribusi. Kapal pengganti tersebut saat ini masih dalam proses penjadwalan pengiriman.

“Langkah ini dilakukan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tetap berjalan optimal tanpa gangguan,” kata Ahad Rahedi dalam rilis pers yang disampaikannya, pada Kamis (22/1/2026).

Pria yang akrab disapa Ahad ini melanjutkan saat ini pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif untuk mendukung proses evakuasi kapal bertonase 1.738 GT tersebut. Nantinya, pelaksanaan evakuasi kapal akan tetap mempertimbangkan aspek cuaca dan keselamatan dalam pelayaran.

“Seluruh proses penanganan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan,” ujarnya.

Pria lulusan S2 Universitas Indonesia ini dalam rilisnya juga membenarkan apabila kapal yang di nahkodai oleh Muhammad Harun Sinaga ini kandas lantaran di ombang-ambingkan oleh ombak setinggi 1,5-2 meter serta angin dengan kecepatan hingga 35 knot. Beruntung, saat kejadian kapal dalam posisi kosong atau tidak membawa muatan.

Hingga saat ini kondisi di lokasi kejadian masih terpantau aman dan kondusif. Ahad juga memastikan tidak ada indikasi kebocoran atau pencemaran lingkungan di perairan Bumi Wali. “Kami juga terus berkoordinasi intensif dengan otoritas terkait,” tandasnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, karena Pertamina menjamin stok dan distribusi BBM tetap terkendali. Langkah penyiapan kapal pengganti menjadi bukti komitmen perusahaan agar pelayanan publik tidak terganggu oleh faktor cuaca.

“Kedepan akan kami sampaikan perkembangan penanganan secara berkala sesuai dengan hasil di lapangan,” tutup Ahad. (Hus/Tgb).