TUBAN — Pemerintah Kabupaten Tuban menjadikan penanaman pohon sebagai tradisi baru dalam peringatan Hari Jadi Tuban. Langkah ini diperkenalkan pada perayaan Hari Pohon Sedunia yang diperingati bersamaan dengan Hari Jadi ke-732 Kabupaten Tuban, Jumat (5/12/2025).

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama jajaran Forkopimda, Sekda, pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Tuban, hingga jajaran Bank Jatim Cabang Tuban turun langsung menanam pohon di Lapangan Utara DPRD Tuban. Tradisi baru ini menjadi penanda pergeseran nilai perayaan ulang tahun daerah dari sekadar seremonial bunga menuju aksi nyata menjaga lingkungan.

“Kita sepakat menjadikan tanam pohon sebagai bentuk peringatan HUT Kabupaten Tuban. Lokasinya kita pilih yang strategis,” ujar Bupati Tuban, Mas Lindra.

Lapangan Utara DPRD dipilih bukan tanpa alasan. Area tersebut telah diproyeksikan menjadi ruang publik baru pada 2026. Seluruh pembangunan akan melibatkan CSR dari berbagai perusahaan di Tuban. Fasilitas olahraga seperti lapangan softball, futsal, serta ruang terbuka hijau direncanakan menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa penanaman pohon tidak berhenti pada simbol, tetapi menjadi bagian dari perencanaan tata ruang yang lebih hijau dan inklusif.

Pada momentum Hari Pohon Sedunia ini, Mas Lindra mengajak masyarakat kembali melihat kondisi ekosistem yang kian rentan. Ia menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang melanda sejumlah daerah akhir-akhir ini.

“Banyak wilayah terdampak bencana. Kita turut berduka dan berharap seluruh korban bisa segera pulih,” katanya.

Belajar dari bencana, ia mengingatkan pentingnya merawat lingkungan sejak dini. Penanaman pohon harus dimasifkan hingga pelosok desa, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Seruan menanam dan merawat pohon yang digaungkan Pemkab Tuban bukan sekadar simbolisme lingkungan. Ini adalah upaya nyata memperkuat mitigasi bencana dan menjaga keberlanjutan ekologi jangka panjang.

“Harapannya lahir generasi yang peduli pada lingkungan hidupnya,” ungkap Mas Lindra.

Program penghijauan ini menjadi pesan bahwa perlindungan ekosistem bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh warga. (Jun/Tgb).