() – Lambanya penanganan terkait perbaikan jembatan Simo Glendeng, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang sampai saat ini belum ada titik temu memantik reaksi dari masyarakat yang berada di sekitar jembatan tersebut.

Mereka ramai-ramai membubuhkan tanda tangan diatas kertas sebagai wujud kepedulian terhadap jembatan. Tak hanya warga sekitar, kegiatan yang berlangsung disebelah utara jembatan penghubung antara Kabupaten Tuban dan Bojonegoro itu juga turut diikuti sejumlah pengguna jalan yang melintas di dekat lokasi, Selasa (14/6/2022).

Koordinator penggalangan tanda tangan, Imam Muqroni mengatakan, kegiatan yang dilakukan untuk mendorong agar yang mengalami kerusakan segera diperbaiki.

Pasalnya, selama ini jembatan yang berada di wilayah Desa Simo itu merupakan akses vital yang menopang setiap aktivitas masyarakat, baik dibidang ekonomi, pendidikan maupun sosial.

“Usai jembatan ditutup, aktivitas masyarakat terganggu, mereka harus mencari jalur lain yang jaraknya sangat jauh, dan itu sangat memakan waktu,” bebernya.

Ia berharap, kepada pihak-pihak terkait segera mengambil langkah cepat agar jembatan yang sempat diperbaiki dengan anggaran 6 miliar itu dapat kembali berfungsi seperti sedia kala.

“Harapan kami, jembatan ini segera ada kejelasan terkait kepemilikannya sehingga dapat cepat diperbaiki dan bisa dioperasikan kembali,” ujarnya.

Diketahui, Jembatan Glendeng penghubung antar kabupaten kembali ditutup total, artinya semua kendaraan dari arah Bojonegoro ke Tuban maupun sebaliknya dilarang melintas di jembatan tersebut terhitung mulai 21 Mei 2022 lalu.

Penutupan jembatan yang berada diatas Bengawan Solo itu berdasarkan rekomendasi kajian teknis Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Provinsi Jawa Timur dan hasil rapat bersama antara Forum Lalu Lintas, yakni Satlantas, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bojonegoro–Tuban.

Kepala Dinas PUPR dan PRKP Tuban, Agung Supriyadi menjelaskan, alasan Jembatan Glendeng kembali ditutup karena dinilai bisa membahayakan pengguna jalan ketika secara terus menerus dilewati dan menanggung beban tonase kendaraan.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan dan kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Provinsi Jatim ditemukan kondisi terjadi penurunan pilar jembatan lama (dari arah Tuban) sekitar 30 centimeter.

“Pile cap pilar sudah tidak rata lagi, terdapat selisih beda tinggi antara ujung pilar arah Bojonegoro dan ujung pilar arah Tuban sekitar 25 centimeter, kemiringan arah Tuban,” ujar Agung.

Sementara, Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas , Iptu Sampir Santoso menyampaikan, jika pengguna jalan yang hendak melintas Jembatan Glendeng akan diarahkan untuk melintas ke jalur alternatif.

“Kendaraan dari arah Tuban dilewatkan ke jalur alternatif yakni Soko – Parengan – Ponco – Bojonegoro, begitu pula dari arah berlawanan, pengendara akan dilewatkan melalui Bojonegoro – Ponco – Soko,” kata Iptu Sampir. (Ags/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS