TUBAN – Baru diresmikan oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky pada Desember 2025, kemegahan gedung Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) RSUD dr. R. Koesma Tuban kini justru dipertanyakan.
Proyek bernilai fantastis Rp58 miliar itu dilaporkan sudah menunjukkan kerusakan pada Partisi, kaca, hingga kusen di lantai lima setelah dihantam hujan dan angin pada Senin (12/1/2026) kemarin.
Ironisnya, gedung yang dalam proses pembangunannya sempat mengalami keterlambatan (molor) ini seolah tak sebanding dengan nilai kontraknya yang selangit. Anggaran puluhan miliar tersebut tak seakan sebanding dengan kualitasnya sudah rontok akibat cuaca ekstrem.
Kabid Pelayanan Medik RSUD dr. R. Koesma Tuban, Erwin Era Prasetya yang sekaligus menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan gedung membenarkan adanya insiden itu. Menurutnya, posisi gedung yang terbuka tanpa penghalang di sisi utara membuat tekanan angin langsung menghantam fisik bangunan.
“Kemarin memang ada angin dan hujan lebat. Karena tidak ada penghalang di sisi utara, angin langsung menerpa gedung,” tegas Erwin saat ditemui dikantornya, Selasa (13/1/2025).
Persoalan kian pelik lantaran masa pemeliharaan (retensi) dari pihak kontraktor telah berakhir pada September 2025 lalu. Artinya, segala biaya perbaikan atas kerusakan material tersebut kini sudah menjadi tanggung jawab pihak RSUD sendiri.
Terkait total kerugian materil, pria lulusan Universitas Airlangga kni mengaku belum bisa merinci secara pasti karena memang bukan kapasitasnya untuk menilai kerusakan teknis bangunan.
“Kalau untuk pelayanan kami pastikan tidak akan terganggu karena saat ini kami masih melengkapi sarana dan prasarana di lantai empat dan lima,” tambahnya.
Ia menambahkan kedepannya dua lantai di gedung yang dibangun oleh PT Anggaza Widya Ridhamulia akan digunakan sebagai ruang operasi.
Kerusakan pada gedung bernilai puluhan miliar ini pun memantik kritik publik. Bagaimana mungkin bangunan dengan nilai kontrak selangit memiliki ketahanan yang rapuh terhadap terpaan angin?
Kualitas material kaca dan partisi yang digunakan kini menjadi tanda tanya besar. Rentetan masalah mulai dari kemoloran pengerjaan hingga kerusakan pasca peresmian ini diharapkan menjadi catatan merah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk lebih selektif dalam memilih rekanan kontraktor di masa mendatang. (Hus/Tgb).
