TUBAN — Suasana pesta minuman keras di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, berubah tragis. Seorang nelayan berinisial H (42) tewas setelah dikeroyok tiga orang yang masih satu lingkungan dengannya, Senin (3/11/2025) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, insiden bermula saat para pelaku dan korban menenggak minuman keras jenis es moni di rumah seorang warga berinisial A. Tak berselang lama, korban kemudian cekcok dengan salah satu pelaku. Dalam percekcokan tersebut baik pelaku maupun korban sama-sama terpengaruh minuman beralkohol.
Tiga terduga pelaku masing-masing diketahui berinisial A (30) dan D(42), yang merupakan warga setempat, serta F (17) yang masih berstatus pelajar asal Desa Karanganyar, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
“Karena cekcok dan sama-sama mabuk, korban ini kemudian menarik baju salah satu pelaku yang kemudian perkelahian itu tak dapat dihindari lagi,” ungkap Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto.
Korban disebut dipukuli oleh ketiganya di bagian dada hingga tersungkur. Usai tersungkur lemas, korban kemudian dibantu pelaku untuk dibawa pulang ke rumahnya. Namun, nyawanya tak tertolong setibanya di rumahnya yang letaknya tak seberapa jauh dari TKP.
Setelah kejadian itu A dan F langsung menyerahkan diri menuju ke Polsek Palang sebelum dibawa menuju Mapolres setempat. Sementara itu, D sempat mencoba kabur. Namun percobaan tersebut tak jadi dilakukan dan langsung menyerahkan diri keesokan harinya.
“Ketiganya kini dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tutup Siswanto.
Sementara itu, pelaku A mengaku tak ada dendam apapun kepada korban. Kejadian yang terjadi saat matahari mulai terbenam itu murni karena tak bisa menahan emosi karena sedang mabuk.
“Korban menarik baju saya hingga robek, makanya saya emosi dan saling pukul,” ungkapnya singkat.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa mabuk sesaat bisa berujung petaka dan merenggut nyawa tetangga sendiri. Hanya karena emosi sesaat di bawah pengaruh alkohol, suasana yang semula ramai tawa berubah menjadi duka yang mendalam bagi warga sekitar. (Hus/Tgb).
Disclaimer: Konten berita ini bertujuan memberi informasi publik. Redaksi tidak membenarkan tindakan kekerasan maupun penyalahgunaan alkohol dalam bentuk apa pun.
