TUBAN – Selama kurun dua bulan terakhir (Januari dan Februari) ditemukan 136 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), di wilayah Kabupaten Tuban. Dari jumlah tersebut sebanyak dua anak meninggal, akibat gigitan nyamuk aides agepty tersebut.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban menyatakan, diantara penyebab tingginya angka kasus DBD karena intensitas hujan tinggi dalam periode tersebut. Diprediksi pula kasus tersebut bakal bertambah, bila curah hujan di Bumi Ranggalawe masih tinggi.
Sesuai temuan Dinkes P2KB pula, terdapat empat dari 20 kecamatan yang menyumbang kasus DBD tertinggi di Tuban. Yakni Kecamatan Jenu dengan total 17 pasien, Kenduruan sebanyak 12 pasien, Widang dengan 11 pasien, dan 10 pasien dari Kecamatan Tuban (kota).
Kepala Dinkes P2KB Tuban, Esti Surahmi, mengatakan, jika lonjakan kasus DBD di kota legen ini sering terjadi di triwulan pertama, dan triwulan terakhir setiap tahunnya. “Untuk tahun 2025 disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi,” ujar Esti saat ditemui di kantornya, Kamis (5/3/2025).
Banyaknya genangan air yang diakibatkan oleh hujan yang terus mengguyur di Bumi Wali, membuat banyak nyamuk pembawa virus dengue yang meletakkan telur-telurnya pada genangan. Hal tersebut yang dapat berpotensi menambah jumlah kasus yang ada.
“Dua pasien yang meninggal dunia itu berusia delapan tahun, dan malah bukan dari empat kecamatan penyumbang DBD terbanyak, justru dari Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Palang,” tuturnya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengan menguras dan menyikat, menutup penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas. Selain itu juga dapat memberikan larvasida di tampungan air, memelihara ikan pemakan jentik, membersihkan lingkungan maupun menggunakan obat anti nyamuk.
Tindakan fogging atau pengasapan pada sarang nyamuk hanya dapat membantu membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, dan tak dapat membunuh larva-larva nyamuk secara keseluruhan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memberantas sarang-sarang nyamuk yang ada. (Hus/Tgb).
