TUBAN – Rencana revitalisasi Taman Kapur Tuban senilai Rp 16,6 miliar kembali membentur ketidakpastian. Meski dijadwalkan mulai pengerjaan tahun ini, proyek yang digagas sejak tahun 2022 tersebut tercatat belum masuk tahap pelelangan hingga akhir bulan Juli 2026.
Melansir dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Sirup LKPP), proyek revitalisasi di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PRKP) Tuban ini menguras pagu anggaran hingga Rp 16.694.077.020 dari APBD 2026.
Merujuk pada jadwal yang tertera di laman tersebut, proses pemilihan penyedia sejatinya diagendakan pada April lalu. Pengerjaan kontrak direncanakan mulai bergulir pada Juli hingga rampung pada Desember 2026. Namun hingga akhir Juli, hilal proses tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Tuban belum juga tampak.
Penundaan ini menambah panjang deretan hambatan proyek, setelah sebelumnya sempat tertunda akibat efisiensi anggaran pada tahun 2025. Jika proses lelang tidak segera dilaksanakan dalam waktu dekat, penyelesaian revitalisasi dipastikan bakal kembali molor.
Kemoloran itu juga belum mendapatkan tanggapan dari Kepala DPUPR-PRKP Tuban, Agung Supriyadi. Ia belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab belum dibukanya proses lelang tersebut.
Meski begitu sebelumnya, Agung telah mengatakan adanya revisi pada harga satuan material konstruksi yang mengalami lonjakan signifikan di pasar.
“Masih ada revisi dan penyesuaian harga satuan karena beberapa item bahan pokok konstruksi naik cukup tajam. Secepatnya, moga-moga minggu depan selesai,” ungkap Agung kala itu.
Sementara itu, kondisi fisik Taman Kapur Tuban di lapangan saat ini sangat butuh perbaikan. Sejumlah fasilitas publik terpantau rusak, salah satunya papan nama taman yang sudah tidak utuh lagi, sehingga sangat membutuhkan penanganan dengan cepat.
Salah satu pengunjung taman, Dina, menyambut baik rencana revitalisasi tersebut. Mengingat kondisi taman yang terbilang memprihatinkan, ia menilai langkah renovasi sudah sangat tepat.
Menurutnya, setiap akhir pekan kawasan tersebut cukup ramai didatangi keluarga yang mengajak anak-anak untuk melihat sekaligus memberi makan rusa. Ia menilai, apabila dilakukan penataan serta penambahan fasilitas, kenyamanan pengunjung akan semakin meningkat.
“Kalau ini ada penataan dan ditambah fasilitas baru, tentunya akan semakin nyaman ketika dikunjungi,” ujarnya.
Dina juga berharap pemerintah melengkapi kawasan itu dengan sarana untuk bersantai dan wahana edukasi tentang rusa. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi daya tarik baru sehingga lebih banyak masyarakat, termasuk rombongan dari lembaga pendidikan anak usia dini, tertarik berkunjung.
“Kalau memang mau ditata monggo pemerintah bisa disegerakan, biar tamannya bisa lebih bagus tidak seperti sekarang,” pungkasnya.
Bukannya hanya Taman Kapur, proyek-proyek pembangunan dengan nilai yang fantastis juga belum ditenderkan. Proyek-proyek itu meliputi revitalisasi dan penataan Kawasan Boom, Pasar Atom, serta Goa Akbar yang nilai mencapai puluhan miliar rupiah. (Hus/Tgb).
