(Ronggo.id) – Maraknya pasar modern di Kabupaten Tuban menjadi momok tersendiri bagi para pedagang di pasar tradisional. Hal ini dinilai menjadikan kian sepi pengunjung dan seolah terlupakan.

Seperti yang disampaikan Soimah, dirinya mengaku, jika saat ini Pasar Baru Tuban telah mengalami penurunan pengunjung yang sangat drastis. Dari pengamatannya, banyaknya bangunan pasar modern dan minimarket membuat usaha perdagangan yang digelutinya selama bertahun-tahun mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.

“Jika lima tahun lalu, banyak masyarakat yang datang ke pasar tradisional untuk membeli kebutuhan pokok, tapi sekarang sudah mulai sepi. Padahal pasar tradisional merupakan tumpuan dan sektor perekonomian masyarakat,” terang Soimah kepada Bupati Aditya Halindra Faridzky saat kunjungan ke , Selasa (31/5/2022).

Ia meminta agar Bupati dan Pemkab Tuban lebih mengutamakan kepentingan masyarakat secara luas, ketimbang pengusaha pasar modern dan minimarket yang dinilai hanya menguntungkan segelintir orang. Apalagi, pasar tradisional merupakan sektor utama perputaran perekonomian masyarakat.

“Kami berharap agar pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern yang hanya menguntungkan segelintir orang,” pintanya.

Menanggapi keluhan pedagang, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengatakan, mayoritas masyarakat menginginkan suasana yang bersih dan rapi. Untuk itu, jika para pedagang dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam hal menjaga kebersihan, maka pasar tradisional akan ramai.

“Lagi-lagi kembali ke komitmen pedagang, bisa tidak lapaknya ditata dengan rapi dan bersih. Jika bisa, maka pasar tradisional akan mampu bersaing dengan pasar modern dan pasti banyak pengunjung yang singgah disini,” ungkap mas Bupati.

Sementara itu, Pemkab Tuban sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk revitalisasi Pasar Baru Tuban, termasuk untuk akses jalan, kios dan saluran drainase.

“Tanpa diminta oleh masyarakat, kita juga sudah menyiapkan anggaran. Ada pekerjaan jalan, kios hingga saluran yang semuanya dikerjakan dalam satu paket. Saat ini sudah mulai dilaksanakan dan InsyaAllah tahun ini selesai,” terangnya.

Dari data yang dihimpun, terdapat 54 pasar modern tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tuban, dan semuanya sudah memiliki izin. Sementara untuk Pasar modern yang sempat didemo oleh masyarakat di Desa Remen, Kecamatan Jenu, masih dilakukan pengkajian dan akan didalami.

“Yang penting adalah jaraknya, nanti akan kita atur,” tutupnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS