TUBAN Sebuah rumah yang dijadikan tempat penyimpanan perlengkapan wedding di kawasan Gang Salak, RT 01/RW 02, Kelurahan Kingking, Kecamatan/Kabupaten Tuban, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (24/7/2026) sore. Kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik dari colokan yang jarang dilepas.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian diteruskan menuju ke Polsek Tuban. Setelah mengetahui laporan itu, anggota kepolisian langsung bergegas melaporkan kejadian itu menuju ke Damkar Pos Mako.

Tak butuh waktu lama, petugas dari Damkar Bumi Ronggolawe langsung menerjunkan dua armada fire truck dibantu supply dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempatbke lokasi kejadian dan tiba dalam waktu lima menit untuk melakukan pemadaman.

​Penghuni rumah, Edi Nugroho menceritakan, insiden bermula saat seorang tetangganya yang baru pulang mencari ikan melihat adanya kepulan asap tebal dari arah rumah yang ditempatinya.

​”Saksi langsung berteriak dan memberitahu saya. Pas saya keluar, asap sudah membumbung tinggi,” ucapnya.

Edi dibantu oleh para warga sebenarnya sempat mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tapi kondisi cuaca yang cukup panas dan angin kencang, membuat api begitu cepat membesar dan sulit dikendalikan.

​Rumah milik Suntono yang disewa oleh Edi tersebut diketahui juga menjadi tempat penyimpanan aset bisnis jasa pernikahan dari Kirana Wedding. Akibat kejadian ini, barang-barang berharga di dalam rumah tak dapat diselamatkan, termasuk empat lemari penuh berisi gaun dan baju pengantin.

“Iya, Mas, mungkin karena baju-baju tersebut yang membuat api cepat membesar,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji membenarkan adanya percikan api dari colokan kabel yang tak pernah dilepas. Percikan tersebut kemudian membesar dan melahap barang yang ada disekitarnya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi tadi ada ibu-ibu yang sedang beristirahat mengalami shock akibat kejadian ini,” jelas Sutaji saat diwawancarai usai melakukan pemadaman.

​Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Respon cepat dari Damkar Kota Legen ini juga mampu mengendalikan api sehingga tak menjalar di rumah yang ada disampingnya.

​Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti munculnya percikan api. (Hus/Tgb).