TUBAN – Meski izin keramaian dari pihak kepolisian tak turun, acara kirab kimsin di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban tetap berlangsung. Ribuan warga dan umat tampak tetap berdatangan memadari kelenteng terbesar se-Asia Tenggara ini pada Jumat (1/5/2026).

Dari pantauan di lokasi sekitar pukul 08.00 wib, ratusan pedagang dan pengunjung mulai berdatangan menuju ke acara tersebut. Para pedagang sudah mulai menata barang-barang dagangannya, disisi lain para pengunjung juga telah mengikuti acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 wib dengan pentas musik di area belakang kelenteng.

Go Tjong Ping selaku inisiator menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menghidupkan kembali suasana kelenteng sekaligus mengukur sejauh mana antusiasme publik terhadap tempat ibadah di tepi laut tersebut. Rupanya, agenda tiga hari ini berhasil memicu respon yang sangat baik dari berbagai pihak.

“Acara ini bukan peringatan hari apa-apa, cuma kan selama 14 tahun ini bertengkar jadi sekarang ini ya tujuannya ngetes antusias masyarakat,” kata Tjong Ping saat ditemui dilokasi Kelenteng KSB Tuban.

Disinggung persoalan izin kirab, Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini mengaku kecewa, karena dengan tak keluarnya izin kirab yang harusnya diikuti oleh ratusan kimsin dari berbagai daerah kini hanya tinggal menyisakan sekitar 15 kimsin yang akan datang menuju ke Kelenteng Kwan Sing Bio.

“Untuk kirabnya rencana dilakukan besok Minggu (3/5/2026) nanti apabila memungkinkan, tapi saat ini saya tidak bisa berjanji bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Pria yang kerab disapa Pak Ping ini berujar apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mengadakan kirab di jalan nasional maupun kabupaten, maka rangkaian acara akan dialihkan untuk dilaksanakan sepenuhnya di area internal Kelenteng.

“Saya bingung sebenernya sebagai warga Tuban, yang satu mengizinkan tapi yang satu melarang,” keluh Tjong Ping dengan kebingungan.

Kendati demikian, ia mengamati bahwa minat masyarakat, baik warga lokal Bumi Wali maupun pengunjung dari luar daerah, tidak lantas surut. Walaupun sebagian pendatang sempat mengutarakan kecemasan terkait potensi bentrokan berkaca pada insiden-insiden masa lalu.

Dirinya berharap pada Minggu nanti acara kirab kimsin tetap terlaksa sehingga membuat kelenteng yang terletak di Jalan RE Martadinata ini bisa kembali menggeliat. Menurutnya jika kelenteng kembali seperti masa jayanya, maka kedepan UMKM di Kota Legen ini juga akan ikut merasakannya.

“Kalau ini dibatalkan seluruh Indonesia bisa jadi tidak percaya dan UMKM bisa sepi. Dan kalau acara ini terlaksana dengan lancar, pasti akan baik kedepannya,” tutup Tjong Ping. (Hus/Tgb).