TUBAN – Komitmen menjaga keberlangsungan potensi lokal terus ditunjukkan generasi muda. Ratusan bibit kopi ditanam mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban di kawasan Mbongok, Desa Jetak, Kecamatan Montong pada Kamis (23/7/2026).
Aksi penghijauan sekaligus peremajaan tersebut ditujukan untuk merawat keberadaan kebun kopi yang selama ini menjadi aset sekaligus komoditas unggulan desa setempat.
Penanaman 400 bibit kopi ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang demi menjaga produktivitas komoditas kopi Jetak di masa mendatang. Kawasan Mbongok sendiri dikenal memiliki prospek ekonomi menjanjikan lewat hasil perkebunannya.
Proses penanaman diawali dengan pengarahan teknis sebelum mahasiswa bergerak ke titik-titik lokasi yang telah ditentukan. Berbekal peralatan seadanya dan deretan bibit pohon, para mahasiswa menelusuri medan perbukitan yang terbilang cukup terjal. Meski dihadapkan pada jalur yang menantang serta cuaca panas, aksi gotong royong tersebut tetap tuntas hingga bibit terakhir tertanam.
Menariknya, aksi penanaman dilakukan secara mandiri oleh rombongan mahasiswa IAINU. Guna memastikan bibit yang baru ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh optimal, tahap perawatan awal seperti penyiraman diserahkan kepada pendamping lapangan yang ditunjuk oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Jetak.
Kepala Desa Jetak, Zakky Mubarok Ali, menyambut positif kepedulian para mahasiswa terhadap aset ekonomi desanya. Menurutnya, langkah nyata ini memberikan kontribusi nyata bagi masa depan perkebunan kopi di Jetak.
“Saya senang adik-adik mahasiswa mau turun langsung menanam kopi. Ini bukan cuma soal menanam pohon, tapi juga ikut menjaga aset desa. Semoga bibit yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik, sehingga beberapa tahun ke depan hasilnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Zakky.
Senada dengan hal tersebut, Solikhin selaku pendamping lapangan yang mengawal penyiraman bibit, mengapresiasi kegigihan para mahasiswa selama aksi berlangsung.
“Anak-anak semangat semua, walaupun jalannya lumayan dan cuacanya cukup panas tetap diselesaikan sampai tuntas. Saya membantu menyiram bibitnya setelah ditanam supaya tanahnya tetap lembap. Mudah-mudahan nanti banyak yang hidup dan bisa jadi kebun kopi yang bagus,” ungkap Solikhin.
Melalui kegiatan penanaman ini, keberadaan kebun kopi di Desa Jetak diharapkan kian kokoh sebagai benteng ekonomi warga sekaligus bukti nyata kepedulian pemuda terhadap kelestarian sumber daya alam lokal. (Hus/Tgb).
