– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama () memiliki kenangan terakhir tentang almarhum adik bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), (Gus Im).

Kenangan itu terjadi pada 2010, ketika itu KH Said Aqil akan maju pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-32 di Makassar.

“Beliau menasihati saya panjang lebar, saya tidak menyangka karena Gus Sholah (Salahuddin Wahid) kan juga maju. Cuma kok saya yang dinasihati panjang lebar?” kata KH Said Aqil kepada wartawan di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu siang.

Keheranan KH Said Aqil muncul karena saat Muktamar NU itu, Saat itu beliau bersaing dengan kakak kandung Gus Im, yakni Gus Sholah. Tetapi yang kelihatan dinasihati Gus Im malah dirinya, bukan sang  kakak.

“Saya waktu itu maju dengan Gus Sholah. Gus Sholah kan kakak beliau (Gus Im). Tahun 2010 itu,” kata KH Said Aqil.

KH Said Aqil mengaku setelah itu, sudah lama sekali tidak berkomunikasi dengan Gus Im.

“Sudah lama, lama sekali ya. Ya itu, begitu menang dari Makassar tahun 2010,” kata KH Said Aqil.

Gus Im akan dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Jenazah diberangkatkan dengan mobil jenazah dari rumah kerabat di Ciganjur, Jakarta Selatan, pukul 11.11 WIB usai salat Dhuhur.

Mobil jenazah diberangkatkan menuju Ponpes Denanyar Jombang, Jawa Timur, melalui jalur darat dan diperkirakan tiba di Denanyar, Jombang, pukul 21.00 WIB.

KH Hasyim Wahid, adik bungsu Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meninggal dunia, Sabtu, pukul 04.18 WIB di RS Mayapada, Jakarta.

Kabar duka itu diumumkan keponakannya, Irfan Wahid, putra KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), dalam cuitannya di akun twitternya @ipangwahid.

Menurut Irfan, jenazah KH Hasyim Wahid disemayamkan di rumah duka di Ciganjur, Jakarta Selatan dan selanjutnya dimakamkan di Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

KH Hasyim Wahid merupakan putra bungsu pasangan pahlawan nasional KH Abdul Wahid Hasyim dan Nyai Solichah.

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS