TUBAN – Dalam upaya mengantisipasi dan menanggulangi potensi kebakaran di area Grass Root Refinery (GRR) Tuban, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menggelar simulasi keadaan darurat (Minor Emergency Drill) dalam proses Early Work GRR pada Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pos 1 GRR Kota Legen ini dilaksanakan guna memperkuat kesiapsiagaan operasional sekaligus sinergi lintas instansi.
Sejumlah pihak tampak hadir dalam giat tersebut, di antaranya General Manager (GM) R&P PT Pertamina Patra Niaga, I Gusti Bagus Prihanta, perwakilan PT PRPP, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Tanjung Awar-Awar, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), petugas Damkar Bumi Wali, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Jenu.
I Gusti Bagus Prihanta dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan hari ini difokuskan sebagai upaya untuk penanganan kejadian kebakaran. Selain itu, adanya kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kita tetap lakukan untuk memberikan yang terbaik, terutama bagi masyarakat. Harapannya dengan ada kegiatan ini bisa meningkatkan antisipasi dan juga kesiapsiagaan kita dalam hal menanggulangi terutama pemadaman kebakaran,” ujar General Manajer R&P Project Manager PT Pertamina Patra Niaga dalam sambutannya.
Dia juga berharap kedatangannya di lokasi proyek kilang Grass Root Refinery (GRR) dapat juga menyaring aspirasi dari masyarakat sekitar untuk diteruskan di pusat.
Officer Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) GRR Tuban, Imanuel Arapenta Barus menjelaskan, pihaknya terus memperketat mitigasi risiko kebakaran melalui patroli rutin dan pengawasan berbasis teknologi.
“Kami melakukan peningkatan pengawasan dan penambahan titik CCTV di area yang belum tercover oleh CCTV eksisting,” ungkap Imanuel di lokasi kegiatan.
Mengenai insiden kebakaran lahan yang sempat terjadi sebelumnya, Imanuel menyebut proses investigasi masih terus berjalan. Evaluasi mendalam dan pemeriksaan ahli masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
“Perlu pengecekan menyeluruh supaya kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
Dari pemantauan udara menggunakan drone, ditemukan indikasi adanya aktivitas pembuangan sampah sembarangan di sekitar kawasan GRR. Kendati demikian, pihak perusahaan belum dapat menyimpulkan apakah hal tersebut menjadi pemicu utama kebakaran.
Saat ditanya perihal kesiapan sarana pemadam internal, Imanuel membeberkan bahwa PT PRPP saat ini menyiagakan dua unit armada double cabin yang dilengkapi tangki air untuk penanganan awal. Di samping itu, koordinasi intensif bersama pihak eksternal terus dijaga guna mendukung penanganan berskala besar.
Di tempat yang sama, Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji menuturkan pentingnya kolaborasi penanganan kebakaran melalui dua skema proteksi, yakni aktif dan pasif.
“Penanggulangan bencana kebakaran bisa dimaksimalkan melalui proteksi aktif maupun pasif,” jelas Sutaji.
Sutaji menguraikan, proteksi aktif meliputi kesiapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta pergerakan armada pemadam kebakaran di lapangan. Sementara proteksi pasif merupakan langkah pencegahan mekanis yang bekerja tanpa perlu digerakkan secara manual.
“Pemasangan CCTV di titik rawan termasuk bentuk proteksi pasif. Selain itu, pembuatan parit di area lahan yang luas juga sangat efektif memutus atau meminimalisir penyebaran kobaran api,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
