TUBAN – Lawyer Wahabi Martanio (40) menyatakan, Waka Polres Tuban Kompol Achmad Robial sempat meminta kepadanya, agar video viral mobil Innova Reborn milik pengacara yang diserempet kendaraan patroli polisi di Jalan Letda Soecipto Tuban untuk dihapus.

Video yang diunggah Anggota Peradi Tuban tersebut, kini menjadi pergunjingan publik lantaran melibatkan perseteruan antara polisi dan advokat.

Wahabi mengatakan, ia ditelepon Waka Polres Tuban. Saat itu ia diminta segera men-takedown, atau menurunkan, atau menghapus video tiktok (VT) dugaan tabrak lari tersebut. Apalagi dalam VT yang diantaranya bersumber pada rekaman CCTV itu menunjukkan, mobil patroli polisi langsung kabur setelah menyerempet mobil advokat.

“Tadi nomor Whatsapp (yang menghubunginya) terkonfirmasi nomor Waka Polres, minta men-takedown VT saya,” ujarnya, Selasa (18/3/2025).

Meski demikian, Wahabi dengan tegas menolak permintaan dari orang nomor dua di Korps Bhayangkara Tuban tersebut. Bila pihak kepolisian merasa dirugikan akibat tayangan VT itu, ia tak keberatan jika akan diambil upaya hukum.

“Kalau mau diambil upaya hukum silahkan, akan saya hadapi,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait permintaan takedown video tabrak lari tersebut, Humas Polres Tuban, IPTU Mugiyanto, meminta waktu untuk kordinasi dulu dengan atasannya.

“Sebentar dulu, saya coba akan klarifikasi dulu,” singkat Mugiyanto, Rabu (19/3/2025).

Diberitakan sebelumnya, mobil patroli yang belakang diketahui mobil dinas Polsek Kerek kabur usai menyerempet mobil Toyota Innova Reborn milik Wahabi Martanio, yang sedang diparkir di badan jalan di Jalan Letda Soecipto Tuban, Selasa (18/3/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Geram karena mobilnya rusak, pengacara berdomisili di Perum Bumi Permata Estate, Merakurak, Tuban itu akhirnya memviralkan insiden tabrak lari itu di media sosial. Tak sampai disitu, ia mengancam bakal melaporkan atas dugaan pengerusakan. (Ibn/Tgb).