, () – Beredar kabar tentang banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang gagal menjalankan ibadahnya lantaran diduga terkendala legalitas visa haji palsu mendapatkan perhatian serius masyarakat maupun Kemenag Tuban.

Kepala Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag Tuban, Anshori membenarkan adanya informasi perihal dugaan visa haji palsu tersebut. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi jamaah haji asal Kabupaten Tuban.

“Alhamdulillah dari Tuban tidak ada jamaah yang dipulangkan atau gagal menjalankan ibadah haji. Insyaallah baik-baik saja semua,” ungkap Anshori kepada Ronggo.id, Rabu (19/6/2024).

Anshori justru menyampaikan kabar terbaru terkait jumlah jemaah haji dari Kabupaten Tuban yang mengalami peningkatan. Dari jumlah awal tercatat 1163 jemaah haji Tuban, 1 orang meninggal sebelum berangkat, dan 4 jemaah cadangan yang diberangkatkan pada Senin, 10 Juni 2024 lalu.

“Yang terakhir ada 2 jamaah yang diberangkatkan di kloter terakhir, insyaallah disusulkan senin kemarin. Ini tambahan cadangan sebenarnya ada 4, yang 2 sudah diberangkatkan lebih dulu. Jadi totalnya 1167,” kata Anshori.

Dari jumlah tersebut, terdapat satu orang jamaah haji asal Kabupaten Tuban yang meninggal di Tanah Suci pada Minggu (9/6) lalu, tepat sebelum jamaah cadangan diberangkatkan.

“Satu orang jamaah yang meninggal sebelum diberangkatkan itu karena menderita sakit gula. Selanjutnya, kuota itu diisi oleh ahli waris atau dilimpahkan kepada anaknya,” terangnya.

Senada dengan Anshori, Kepala KUA Tuban, Imam Bukhori, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya satu orang jamaah haji asal Tuban.

“Yang meninggal atas nama Almarhum Pak Mangsudi, usianya 86 tahun dan jenazahnya langsung dimakamkan di sana (Makkah). Kami dari pihak KUA maupun Kemenag Tuban juga akan mengupayakan untuk berkunjung ke rumah duka,” pungkasnya. (AN/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS