, () – Puluhan oknum pendekar silat Pagar Nusa (PN) nyaris menggeruduk Markas lantaran terprovokasi flyer yang tersebar di media sosial.

Kapolres Tuban, AKBP Suryono mengungkapkan, bahwa beberapa hari yang lalu muncul sebuah flyer di media sosial yang berisi seruan kepada seluruh anggota PN untuk mendatangi Mapolres Tuban.

“Isi dari flyer itu akan menghijaukan Polres Tuban siang ini. Salah satu tuntutannya mengusut tuntas laporan-laporan yang dilakukan oleh rekan-rekan dari PN,” ungkapnya, di Mapolres Tuban, Kamis (27/7/2023).

Menurut Suryono, aksi tersebut berhasil digagalkan setelah petugas gabungan dari TNI/Polri melakukan penyekatan dan menyisir sejumlah lokasi yang disinyalir sebagai lokasi berkumpulnya massa.

“Sekarang ini kita amankan ada 43 orang yang berasal dari Lamongan, , Nganjuk, dan sebagian dari wilayah Tuban,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Suryono, atas kejadian ini, pihaknya segera memanggil pengurus perguruan silat untuk menyampaikan informasi kepada anggotanya agar tidak terprovokasi dengan isue yang beredar.

“Sedangkan alamat dan pemilik akun masih kita telusuri, karena berdomisili di wilayah Kabupaten Ngajuk,” katanya.

Kapolres kelahiran Bojonegoro itu menghimbau kepada masyarakat supaya tidak mudah percaya dengan kabar yang belum tentu kebenarannya, sehingga tidak menimbulkan keresahan.

“Kalau ingin menanyakan perkembangan kasus, silahkan perwakilan pengurus datang kesini. Jangan gerombolan menggeruduk Polres,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PN cabang Tuban Abdul Mujib mengaku, bahwa setelah mendengar adanya ajakan provokasi menghijaukan Polres Tuban, pihaknya langsung mengeluarkan larangan agar anggotanya tidak mengikuti kegiatan tersebut.

“Namun demikian karena dunia medsos sangat luas, sehingga masih ada yang terprovokasi,” sambungnya.

Abdul Mujib menilai, bahwa puluhan anggota yang diamankan saat ini merupakan korban dari ulah oknum tidak bertanggungjawab. Kendati begitu, jika kedepan terdapat anggota yang melanggar hukum maka akan diberikan sanksi tegas.

“Jika nanti ada yang melanggar hukum, kami juga akan tegas untuk tidak segan-segan menarik keanggotaanya,” tandasnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS