TUBAN, (Ronggo.id) – Pada tahun 2025 Kabupaten Tuban mendapatkan jatah pupuk subsidi sebanyak 150.474 ton. Jumlah ini merupakan paling tinggi di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Pupuk subsidi yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu mencakup tiga jenis. Yakni, pupuk urea, phonska (NPK), dan organik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban, Eko Julianto menyatakan, alokasi pupuk di Tuban di tahun ini paling banyak di Jawa Timur. Rinciannya, pupuk urea sebanyak 74.233 ton, NPK 57.312 ton, dan organik sebanyak 18.929 ton.

“Jadi di tahun ini ada tambahan pupuk organik. Kalau tahun lalu, kita sama sekali tidak menerima jatah organik,” beber Eko Yulianto, dikutip Rabu (15/01/2025).

Pupuk bagi para petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) itu, bakal disalurkan secara bertahap ke seluruh kecamatan melalui kios penyalur resmi.

“Sekarang sudah mulai turun ke petani, pengambilan cukup membawa kartu tani atau KTP,” jelas Eko.

Dengan tambahan alokasi ini, mantan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tuban itu berharap, mampu mendorong para petani agar lebih produktif.

“Semoga dengan alokasi yang diberikan pemerintah ini bisa dimaksimalkan para petani,” tandasnya.

Sementara itu, petani dari Grabagan, Supapan, berharap pupuk yang disubsidi pemerintah pusat tersebut dapat disalurkan setiap bulannya. Melalui cara itu para petani tidak lagi bingung jika sewaktu-waktu membutuhkan.

“Dulu pernah sampai dua bulan tidak ada penyaluran, akibatnya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi,” kata Supapan di samping petani lain yang ditemui secara terpisah. 

Para petani berharap kepada pihak-pihak terkait untuk mengawasi pendistribusian pupuk subsidi, sehingga bisa benar-benar tepat sasaran. Termasuk soal harga yang seharusnya sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah. 

“Jangan sampai pupuk subsidi ini dijual diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya. (Ibn/Tgb).