, (Ronggo.id)  – Ratusan warga Kabupaten Tuban dinyatakan lulus program pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Adhyaksa Tuban.

Kelulusan 161 warga ini ditandai dengan wisuda sekaligus penerimaan ijazah, yang berlangsung di gedung Korpri Kabupaten Tuban, Rabu (28/5/2024).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Armen Wijaya menjelaskan, program pendidikan kesetaraan mulai paket A, B dan C ini ditempuh selama 3 tahun, tanpa dipungut biaya alias gratis.

Armen mengaku bangga lantaran PKBM Adhyaksa dibawah naungi mampu menarik minat warga untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para tutor. Teruntuk bapak-ibu, semoga ilmunya bermanfaat,” kata Kajari dalam sambutanya.

Setelah ini, Kajari berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mampu memberikan dukungan lebih sebagai upaya pengembangan, mulai dari tenaga pengajar maupun fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

“Diharapkan peningkatan fasilitas akan mampu membawa hasil dan manfaat yang lebih besar yang dapat dirasakan warga,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PKBM Adhyaksa, Cipnal Muchlip mengatakan, PKBM Adhyaksa Tuban menjadi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan pendidikan kesetaraan gratis bagi warga dengan berbagai latar belakang.

“Saat ini warga yang sedang menempuh pendidikan mencapai 180 orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan,” jelasnya.

Selama menempuh pendidikan, ungkap Cipnal, warga juga memperoleh pengajaran mencakup klasikal dan vokasi. Kemudian, pendidikan dan penyuluhan hukum yang merupakan ajar wajib.

“Kedepannya, akan dilakukan untuk pengembangan pendidikan vokasi di sektor industri. Seperti, las listrik, mengemudikan forklift, dan pelatihan skill lain,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Tuban, Budi Wiyana mengucapkan terima kasih atas dukungan Kejari dan PKBM Adhyaksa Tuban dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui program pendidikan kesetaraan ini.

“Tenaga pengajar di PKBM telah memberikan pembelajaran yang berkualitas tanpa adanya biaya yang dibebankan kepada warga,” tuturnya.

Melalui kolaborasi bersama Kejari disektor pendidikan, diyakini akan mampu mempercepat peningkatan IPM di Tuban.

“Sekarang ini rata-rata lama sekolah warga Tuban mencapai  7,4 tahun,” sambungnya.

Sekda Tuban menyatakan akan mengupayakan peningkatan bagi PKBM di Kabupaten Tuban, termasuk PKBM Adhyaksa Tuban.

“Dukungan bagi PKBM mencakup aspek kurikulum pendidikan, tenaga pengajar, maupun fasilitas pendukung pendidikan,” ujarnya.

Adanya pendidikan materi hukum dan vokasi, Lanjut Budi Wiyanan, akan menjadi nilai tambah PKBM. Selain itu, banyak aspek yang dikembangkan PKBM bagi warga belajar. Mulai dari pendidikan klasikal maupun pengembangan skill warga belajar melalui kolaborasi dengan perusahaan.

“Kurikulum yang diajarkan PKBM Adhyaksa Tuban dapat diadaptasi bagi PKBM lain di kabupaten Tuban,” tandasnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS