TUBAN (Ronggo.id) – Proyek pembangunan sanitasi Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) bantuan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia senilai Rp400 juta, di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban diduga dikerjakan tak tuntas. Akibatnya sejumlah warga penerima dari kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mengeluhkan proyek yang dikerjakan secara swakelola itu.

Sedangkan kualitas MCK yang diterima, diantaranya, hanya dalam bentuk pemasangan septic tank, dan closet duduk, tanpa ada dinding, atap, dan pintu. Bantuan MCK dalam program tahun 2023 untuk 50 orang tersebut diberikan kepada MBR di wilayah Dusun Kiring, Widengan, Dondong, dan Dusun Jarkali.

Sejumlah MBR penerima bantuan hibah kepada Ronggo.id menyatakan, mereka hanya diberi tahu akan menerima bantuan MCK, dan diminta menunjuk titik lokasi tempat tempat buang air besar itu akan dibangun di lingkungan rumahnya. Walau demikian tak mendapat informasi terkait berapa nilai bantuan per orang dari dana APBN tahun 2023 tersebut.

“Mboten ngomong nopo-nopo, nggih disurve mawon, terose badhe didamelke sepiteng (Tidak menjelaskan apa-apa, ya disurvei saja, katanya akan dibuatkan septic tank),” ungkap Sumijah dalam Bahasa Jawa, Selasa (24/12/2024).

Wanita paruh baya itu menerangkan, pihaknya mendapatkan bantuan hanya berupa closet dan septic tank beserta pemasangannya. Ia merasa kesulitan jika tak ada penutup samping pada MCK-nya itu, sehingga membangun sendiri tembok dengan tinggi sekitar satu meter.

“Maringi bantuan kok ngeten (memberi bantuan kok begini),” tambah Sumijah di samping MBR lainnya secara terpisah.

Pembangunan sanitasi MCK tersebut merupakan bantuan hibah dari Kementrian PU melalui Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Kabupaten Tuban. Warga Gedongombo menindaklanjuti bantuan tersebut melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) Harapan Jaya.

Menanggapi hal tersebut Lurah Gedongombo, Achzar Pradika Setia Putra, mengatakan, memang ada proyek pembangunan sanitasi MCK untuk daerahnya, dengan nilai total sebanyak Rp400 juta. Bantuan tersebut dengan standard Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terbaru.

“Untuk pengerjaan proyek itu dilakukan Pokmas, Mas, jadi tidak ada pihak ketiga dalam proyek ini,” tandas Achzar.

Terkait dengan munculnya keluhan dari warga MBR penerimanya, Lurah Achzar mengaku, sebelumnya pihaknya sudah memberitahu kepada para penerima manfaat, jika terjadi kesalahan pemasangan maupun ada keluhan agar disampaikan langsung di kelurahan. Walau demikian pihaknya akan mengecek ulang terkait adanya permasalahan tersebut.

“Sebelum dilakukan pembangunan itu juga kami sudah lakukan sosialisasi di (Kantor) Kelurahan sekali, Mas,” ujar Achzar.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR-PRKP Kabupaten Tuban, Aizah Tis Inawati, melalui telepon pada Senin (6/01/2025) membenarkan adanya dana hibah dari Kementerian PU melalui pihaknya di kelurahan yang dikenal sebagai sentra seni tradisional Sandur itu. Ia katakan pula, setengah bantuan tersebut dari Dinas PUPR-PRKP, setengahnya lagi ada yang menerima bantuan dari Dinas Kesehatan Tuban.

“Total penerima bantuan 50 orang dibagi dua dengan Dinkes, jadi gambar yang Sampean (Anda) tunjukkan itu bantuan dari Dinkes,” pungkasnya. (Hus/Tgb)