– Aksi Perampokan disertai penyekapan terjadi di rumah sekaligus toko bangunan ‘Tunggal Tata’ milik Haji Royom (42), yang berada di jalan Merakurak-Kerek, tepatnya di Dusun Semampir, Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Rabu (16/2/2022).

Komplotan perampok yang terdiri dari 4 orang dengan membawa senjata tajam dan pistol tersebut terlebih dulu menyekap 7 orang yang berada di dalam rumah, diantaranya 2 penjaga, 4 orang pemilik rumah dan seorang bayi sebelum akhirnya berhasil menggasak uang tunai, perhiasan, hanphone hingga televisi.

Ke tujuh orang yang disekap itu masing-masing bernama meliputii Royom (42) dan istrinya Wasmi (42), kemudian Laman (71), penjaga sekaligus mertua Royom, Supri (50) penjaga rumah, Moch Hasbullah dan Siti Lailatuz Zahro (25), menantu dan anak korban serta Muhammad Hamdan Altahfi (1,5) cucu korban.

Informasi yang dihimpun dari Laman, mertua korban menceritakan bahwa, komplotan perampok itu berhasil memasuki rumah dan toko bangunan dengan cara memanjat dan melompat pagar sekitar pukul 00.25 Wib.

“Saat itu saya dan Supri sedang tidur, tiba-tiba ada orang yang badannya tinggi besar mengikat tangan saya dengan tali tampar. Saya sempat memberontak, tapi saya dipukuli dan mulut ditutup lakban dan diseret kebelakang rumah,” ungkap Laman saat ditemui di rumahnya.

Perampok Toko Bangunan di Tuban, Pemilik Rumah Disekap, Dianiaya Hingga Diancam Dengan Pistol
Laman (71), mertua Haji Royom, korban perampokan rumah dan toko bangunan saat ditemui di rumahnya, Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak

Menerima perlakuan yang tidak manusiawi itu membuat dirinya hanya bisa pasrah. Apalagi, para pelaku yang juga membawa celurit, pistol dan semacam linggis itu mengancam akan berbuat nekat jika ia melawan atau berani berteriak minta tolong.

“Saya diikat di bak belakang truk sambil ditodong pistol dikepala saya dan diancam akan dihabisi jika berteriak atau berbuat macam-macam,” ucapnya menirukan kata-kata perampok.

Dalam kondisi tertahan diluar rumah, Laman mengaku tidak mengetahui pasti kondisi yang ada didalam. Sebab, pasca berhasil menguras harta benda korban, para pelaku baru memindahkan dirinya dan Supri ke salah satu ruangan  bersama penghuni rumah lainnya yang terlebih dahulu disekap dalam keadaan tangan dan kaki terikat.

Selepas mengumpulkan korban dalam satu ruangan, kemudian para pelaku kabur dengan mengunci pintu kamar dari luar, beruntung sekitar pukul setengah 3 dini hari semua korban berhasil keluar kamar melalui  jendela yang dirusak paksa.

“Jadi waktu itu kita saling bantu melapaskan ikatan tali, kemudian keluar lewat jendela,” kata Laman.

Peristiwa perampokan disertai kekerasan yang menimpa Royom dan keluarganya dibenarkan Kasat Reskrim , AKP Muhammad Adhi Makayasa. Ia menjelaskan jika pihak korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke .

Perampok Toko Bangunan di Tuban, Pemilik Rumah Disekap, Dianiaya Hingga Diancam Dengan Pistol
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Muhammad Adhi Makayasa saat ditemui diruang kerjanya (Dok Ronggo.id)

“Perkara curas sudah dilaporkan di Polsek Merakurak dan sudah di tindak lanjuti oleh unit Reskrim Polsek dan team Opsnal untuk penyelidikan,”  tutur Kasat Reskrim Polres Tuban.

Dalam pelaporan yang diterima tim Polsek Merakurak, Pelaku perampokan tersebut memasuki rumah korban dengan cara memanjat pagar. Saat sudah masuk, Moch Hasbullah salah satu penghuni rumah yang berada dikamar atas bersama istrinya Siti Lailatuz Zahro tiba-tiba diikat.

Ia berusaha melawan dan berteriak. Namun upayanya  justru dibalas oleh para pelaku dengan menganiaya menggunakan linggis di bagian tangan kiri, pukulan juga tendangan dari para pelaku yang mengenai hampir seluruh badan korban.

Selain itu, anak korban yang masih berusia 1,5 tahun juga mendapat ancamam dengan menggunakan pistol dan celurit yang dihadapkan tepat dikepala dan leher si bayi.

Mengetahui nyawa keluarganya tetancam, Hasbullah hanya bisa pasrah dan terpaksa memberikan perhiasan, terdiri dari 2 gelang, 7 cincin, 1 kalung serta uang yang ada didompet sejumlah 4 juta rupiah. Selanjutnya, Hasbullah bersama anak dan istrinya dibawa turun ke lantai dasar.

“Untuk kasus tersebut, pelakunya masih proses penyelidikan,” pungkasnya.

Adapun dalam peristiwa ini, kawanan perampok juga berhasil menggondol 2 TV merk AQUS 32inc, 7 buah handphone, uang tunai 40 juta, 20 biji emas batangan dengan seberat 1 gram, 4 buah gelang emas, 5 buah cincin emas dan 1 kalung emas, serta uang tunai 10 juta yang ada diloker toko. Untuk kerugian total ditaksir mencapai 120 juta.

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS