TUBAN, (Ronggo.id) Gempa Magnitudo berkekuatan 5,6 skala richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengakibatkan banyak korban jiwa, baik luka maupun meninggal dunia, merusak bangunan rumah warga hingga fasilitas umum.

Sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana serta bentuk rasa kemanusiaan terhadap sesama, Forum Relawan Tambakboyo (FRT) menggelar aksi penggalangan dana yang nantinya akan didistribusikan guna membantu para korban bencana gempa Cianjur.

Ketua FRT, Sanep menjelaskan, aksi galang dana ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana alam yang terjadi di daerah tersebut.

“Aksi ini kami lakukan sebagai wujud kemanusiaan dan keinginan dalam meringankan beban para korban bencana ,” ujar Sanep, Kamis (24/11/2022).

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan penggalangan dana ini difokuskan ditingkat Kecamatan Tambakboyo, dan akan berlangsung selama satu minggu berturut-turut. Yakni mulai 24 hingga 30 November 2022.

“Hasil dari penggalangan dana ini nantinya akan kami distribusikan penuh kepada para korban,” jelasnya.

Pria yang aktif terhadap aksi sosial dan kemanusiaan ini berharap agar hasil donasi yang dikumpulkan oleh anggota FRT ini nantinya dapat sedikit meringankan beban para korban dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Kami dari ( FRT ) juga mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu warga Tambakboyo serta teman-teman yang sudah berkenan menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana alam,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, meski gempa yang melanda Kabupaten Cianjur hanya berkekuatan 5,6 SR, namun karena kedalaman yang dangkal, yakni sekitar 10 meter, sehingga menyebabkan goncangan yang cukup kuat dan mengakibatkan kerusakan rumah dan bangunan yang cukup parah.

Data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 268 orang tewas yang sebagian besar kematian disebabkan oleh runtuhan bangunan serta lebih dari 1083 orang terluka serta lusinan siswa terluka oleh puing-puing yang jatuh di sekolah.

Sementara bangunan pemukiman serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan sekitar 1.362 unit, 343 diantaranya rusak berat serta meruntuhkan satu pusat perbelanjaan dua gedung kantor pemerintah, tiga sekolah, rumah sakit, fasilitas ibadah, dan pesantren rusak. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS