, () – Sejumlah warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengambil sikap terhadap aktivitas pengelolaan tambang pasir silika yang mencemari jalur Pantura Tuban, tepatnya di Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar.

Pasalnya, limbah lumpur dari cucian pasir yang berserakan menyebabkan jalanan licin, tak ayal banyak para pengendara sepeda motor tergelincir saat melintas.

Seperti yang disampaikan warga dengan akun Gagal Dadi Pamong, ia dan keluarganya menjadi sekian korban yang terjatuh akibat terpeleset limbah cucian pasir yang memenuhi jalan nasional tersebut.

Unggahan foto kondisi jalan berlumpur yang disertai foto anak istrinya usai terjatuh, ia pun mencatut nama , termasuk pemerintah desa setempat.

“Tindakan Pemerintah Tuban iki khususnya di Desa Bogorejo Sowan Bancar limbah cucian pasir akeh sing dadi korban, termasuk aq bojo karo anakku tibo,” tulis akun tersebut, pada Kamis (20/4/2023).

Sontak, keluhan yang disampaikan itu mendapatkan beragam tanggapan dari sejumlah warganet atau pengguna media sosial facebook.

“Astaghfirullah, limbah industri atau limbah cucian pasir kog dibuang ke jalan, ngene iki neg warga ngamuk yo ora salah. Terus gaweane dinas lingkungan hidup iku opo?,” kata akun @Subiyantoro Subiyantoro menanggapi postingan tersebut.

Akun lain, @Hadi Wijaya, bahkan menyebut terkait persoalan tersebut, Mas Bupati panggilan , Aditya Halindra Faridzky dianggap tidak berdaya.

“Bekingane bos, nak mas Bupati ae gak berdaya. Wonge gak ndue kekuatan,” ujarnya menimpali komentar dari warga yang meminta Bupati Tuban untuk memperhatikan kondisi tersebut.

“Bupatine awak dewe iki ea gk satset. Koyok krupuk memes. Paribasane nomnoman klemar klemer ra roch gawe. Sing penting mas Bupati ganteng,” imbuh akun @Hadi Wijaya.

Saat dimintai tanggapan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Bambang Irawan masih belum juga merespon pesan yang dikirim ke nomor whatsappnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS