Klenteng Kwan Sio Bio Tuban Lakukan Bersih-bersih Jelang Imlek 2021

- Februari 6, 2021 | 9:56 am
Ketua Penilik Demisioner dan Ketua Pembina Khonghucu TITD Klenteng Kwan Sio Bio Tuban, Alim Sugiantoro, saat di temui awak media.

TUBAN – Suasana Tahun Baru Imlek mulai terasa di Kabupaten Tuban, tetapi dengan nuansa berbeda karena pandemi Covid-19. Puluhan pengurus Klenteng Kwan Sio Bio Tuban mulai melakukan persiapan dengan sederhana dan menerapkan protokol kesehatan.

Terlihat pernak-pernik Imlek mulai terlihat di halaman pintu masuk maupu halaman Klenteng, seperti lampion dan lainnya. Perayaan Imlek tahun 2572 ini akan dirayakan pada 12 Februari 2021 mendatang.

Ketua Penilik Demisioner dan Ketua Pembina Khonghucu TITD Klenteng Kwan Sio Bio Tuban, Alim Sugiantoro, menyampaikan bahwa Tahun Baru Imlek ini merupakan Tahun Baru Kerbau Logam.

“Kerbau Logam merupakan ketekunan dan kerja keras, melambangkan semangat untuk terus giat berusaha dengan di landasi kejujuran dan keberanian yang akan menciptakan karya-karya besar bagi bangsa kita,” jelasnya kepada ronggo.id, Sabtu, (06/02/2021).

Alim Sugiantoro juga menyampaikan bahwa perayaan Imlek di tengah pandemi Covid -19 menjadi hal berbeda dan dilakukan sederhana. Tidak perayaan yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dalam kondisi Covid-19 ini klenteng melakukan persiapan hanya sekedar ritual saja, nantinya akan hanya peribadah dengan prokes dan doa untuk keselamatan bangsa. Semoga pandemi di tahun ini cepat hilang dan vaksin bisa dijalan dengan lancar,” katanya.

Sementara ini dihalaman Klenteng Kwan Sio Bio juga ada beberapa foto dari semua pemuda lintas agama, diantaranya, KNPI, GEMAKU, Ketua Penilik Demisioner Klenteng Kwan Sio Bio, PP Muhammadiyah, Ketum PERISAI, GAMKI, PPHI , PP GP Ansor, dan WALUBI.

“Pemuda lintas agama memberi dukungan kepada kita, bahwa kita adalah satu Indonesia. Jadi kita tidak ada perbedaan dan yang sama jangan di bedakan serta yang beda jangan di samakan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa di khonghucu sendiri ada istilah bahwa disemua lautan adalah saudara tidak ada perbedaan. Dan yang paling penting di khonghucu ialah semua bencana bisa di atasi oleh kita sendiri dan Tuhan.

“Yang paling bahaya adalah bencana dari kita sendiri kalau tidak mau merubah, seperti Covid-19, tidak mau pakai masker, tidak menerapkan prokes, dan tidak mau di vaksin itu artinya bahaya dari kita sendiri. Saya juga berharap Imlek tahun ini bisa memberikan manfaat dan Covid-19 di Indonesia segera berakhir serta masyarakat bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa,” pungkasnya. (Mf/Ag)

Topik

Berita Terkait :

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS