, (Ronggo.id) – Puluhan warga Dusun Kembang, Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban menggelar aksi perang cendol dawet, imbas kemarau panjang yang melanda, Sabtu (11/11/2023).

Aksi saling lempar cendol dawet yang berlangsung di Sendang Ramot di lingkungan setempat ini tidak hanya melibatkan orang dewasa, tetapi juga diikuti anak-anak.

Rupanya yang dilakukan warga ini sebagai bentuk ikhtiar untuk meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebelum saling lempar cendol dimulai, warga terlebih dahulu berkumpul untuk memanjatkan doa bersama.

Wito (71), sesepuh setempat mengemukakan, tradisi dawetan ini sudah menjadi tradisi turun temurun yang kerap digelar saat kemarau panjang melanda seperti saat ini.

“Tradisi ini sebagai sarana, memohon kepada Allah SWT,  supaya hujan segera turun,” katanya.

Wito menjelaskan, cendol dawet ini dibawa warga dari rumahnya masing-masing. Lempar Cendol dawet digambarkan seperti hujan deras hingga membuat warga basah kuyup.

“Semoga dengan ikhtiar ini hujan lekas turun, agar para petani disini bisa memulai bercocok tanam ,” harapnya.

Kepala Dusun Kembang, Slamet Widodo berharap, musim kemarau tahun ini cepat berakhir, sehingga warganya yang mayoritas sebagai petani yang selama ini mengandalkan tadah hujan bisa menggarap lahan pertaniannya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada warganya karena masih tetap melestarikan kearifan lokal yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

“Yang paling penting, dengan tradisi ini warga semakin guyup dan selalu menjaga kerukunan ,” tuturnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS